Superliga Junior 2025 Bergulir, 654 Atlet Muda dari Delapan Negara Bersaing

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 15 September 2025 | 23:29 WIB
Pemain muda asal Polandia, Mikolaj Morawski saat bertanding di GOR Djati, Kudus, 15 September 2025. (Superliga)
Pemain muda asal Polandia, Mikolaj Morawski saat bertanding di GOR Djati, Kudus, 15 September 2025. (Superliga)

SportlinkNews - Polytron Superliga Junior 2025 kembali digelar di GOR Djarum Jati pada 15-21 September ini.

Turnamen yang mempertandingkan empat kelompok usia ini diikuti oleh 654 pebulutangkis muda dari delapan negara, yakni Indonesia, Polandia, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, China Taipei, Thailand, dan Filipina. 

Turnamen yang mengadopsi format beregu seperti Thomas dan Uber Cup, akan mempertandingan U13, U15, U17, serta U19 putra dan putri. 

Baca Juga: Jay Idzes Bersinar Bersama Sassuolo, Media Vietnam Angkat Topi

Para peserta akan bersaing meraih gelar juara serta total hadiah lebih dari Rp1,4 miliar dan trofi juara Piala Tontowi Ahmad (U13 putra), Piala Liliyana Natsir (U13 putri), Piala Sigot Budiarto (U15 putra).

Lalu ada Piala Maria Kristin Yulianti (U15 putri), Piala Hariyanto Arbi (U17 putra), Piala Yuni Kartika (U17 Putri). Serta, Piala Liem Swie King bagi juara U19 putra dan Piala Susy Susanti di kategori U19 Putri.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan bahwa pilihan kota Kudus untuk penyelenggaraan kali ini bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Pelan Lima BRI Super League: Top Skor Didominasi Pemain Asing, Striker Lokal Belum Tampil

Pasalnya, kota ini dinilainya memiliki sejarah panjang dalam melahirkan legenda bulutangkis dunia, mulai dari Liem Swie King, Hariyanto Arbi, hingga Hastomo Arbi. 

"Dengan atmosfer Kudus yang kental dengan sejarah bulutangkis, kami ingin para atlet muda merasakan semangat juang para pendahulu mereka," kata Yoppy.

Tahun ini, Superliga Junior semakin kompetitif dengan hadirnya peserta baru dari Filipina, Polandia, dan Amerika Serikat. Direktur Superliga, Achmad Budiharto, menyebut kehadiran negara baru membuat persaingan lebih sengit. 

Baca Juga: Rizky Ridho Dapat Tawaran Klub Luar Negeri, Persija Tunggu Keputusan

"Format beregu menjadikan turnamen ini barometer pengembangan atlet muda. Mereka tidak hanya mendapat jam terbang, tetapi juga wawasan global mengenai pola permainan modern," jelasnya.

Di sektor U-17 dan U-19, sejumlah tim besar nasional seperti PB Djarum, PB Jaya Raya, PB Mutiara Cardinal, Gideon Badminton Academy, dan PB Victory akan ditantang oleh sekolah dan akademi bulutangkis papan atas dari Asia dan Amerika.

Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, menegaskan bahwa timnya siap mempertahankan gelar juara umum yang sudah diraih dua tahun beruntun. Untuk usia muda, ia menilai bahwa peta kekuatan selalu dinamis, seiring perkembangan pemainnya. 

Baca Juga: Khabib Bela Usman Nurmagomedov, Singgung Status Ilia Topuria

"Peta persaingan tahun ini lebih sulit karena ada kekuatan baru yang belum terpetakan. Kami menurunkan formasi terbaik dan akan berjuang keras agar bisa kembali meraih gelar," ungkap Fung Permadi.

Dengan tradisi panjang Kudus dan partisipasi lintas negara, Superliga Junior 2025 diyakini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga wadah pembentukan karakter dan motivasi bagi atlet muda untuk menggapai prestasi dunia.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X