Persiapan Menuju Olimpiade LA 2028, PBSI Uji Duet Baru Ganda Putri di Awal 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 22:24 WIB
PBSI menanti comeback prestasi dari pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti di dua turnamen penutup tahun BWF Super 500, Kumamoto Master dan Australian Open. (PBSI)
PBSI menanti comeback prestasi dari pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti di dua turnamen penutup tahun BWF Super 500, Kumamoto Master dan Australian Open. (PBSI)

SportlinkNews - PBSI kembali melakukan bongkar pasang pasangan di sektor ganda putri pada tahun depan.

Langkah ini diambil untuk menemukan racikan terbaik, seiring dimulainya persiapan federasi bulu tangkis dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028 pada 2026.

Sedikitnya terdapat dua pasangan ganda putri yang dipisah dan kemudian dipasangkan dengan partner baru.

Baca Juga: Ace Bailey dan Austin Reaves Alami Cedera, Jazz dan Lakers Lakukan Penyesuaian

Apriyani Rahayu akan berduet dengan Lanny Tria Mayasari, sementara Siti Fadia Silva Ramadhanti dipasangkan bersama Amallia Cahaya Pratiwi.

Untuk menguji kedua pasangan baru ini, PBSI akan menurunkan mereka di dua turnamen pada awal musim nanti. Indonesia Masters 2026 dan Thailand Masters 2026 dipilih sebagai panggung debut mereka. 

Indonesia Masters 2026 akan digelar pada 20–25 Januari dengan status Super 500, sementara Thailand Masters 2026 menyusul pada 27 Januari hingga 1 Februari dalam level Super 300. 

Baca Juga: Bersinar di Debut SEA Games, Vicky Tahumil Target Lolos ke Olimpiade LA 2028

Hasil dari dua turnamen tersebut akan menjadi tolak ukur awal PBSI untuk melihat efektivitas kombinasi anyar tersebut di arena BWF World Tour.

Kedua pasangan ini didaftarkan ke dua turnamen tersebut dengan menggunakan notional point, yakni sistem penyesuaian peringkat dunia BWF bagi pemain atau pasangan baru yang masih memiliki keterbatasan jumlah turnamen.

Melalui sistem ini, poin dari beberapa turnamen disetarakan dengan akumulasi 10 turnamen agar mereka memiliki peringkat yang cukup untuk langsung masuk babak utama turnamen bergengsi.

Baca Juga: Ditantang Wolverhampton, Liverpool Bakal Kehilangan Beberapa Pemain Inti

Fadia/Tiwi memulai dengan mengantongi 42.901 poin dan Apriyani/Lanny membawa 36.693 poin.

Secara karakter permainan, Fadia dan Tiwi dinilai memiliki komposisi yang saling melengkapi. Fadia dikenal kuat dalam permainan depan, sementara Tiwi memiliki spesialisasi sebagai pemain belakang dengan smes tajam. 

Postur tinggi pemain asal Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut menjadi modal penting dalam pola serangan agresif.

Baca Juga: John Terry Masuk Radar Pelatih Baru Klub Milik Erick Thohir

Sementara itu, duet Apriyani dan Lanny juga menghadirkan dinamika menarik. Lanny dikenal sebagai pemain all around, yang memungkinkan fleksibilitas rotasi dengan Apriyani, terutama saat menguasai area net. 

Pengalaman Apriyani sebagai peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 menjadi nilai tambah tersendiri, sekaligus sumber pembelajaran bagi Lanny dalam menghadapi tekanan pertandingan besar.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X