SportlinkNews - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus memantapkan arah pembinaan prestasi jangka panjang dengan menjadikan Olimpiade 2028 sebagai target utama.
Komitmen itu ditegaskan dalam rapat analisa dan evaluasi (Anev) rencana kerja 2026 yang digelar di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.
Rapat Anev ini menjadi forum strategis bagi PBSI untuk menyelaraskan kebijakan, mengevaluasi kinerja organisasi, serta memperkuat sinergi antarbidang dalam mendukung pembinaan atlet nasional secara berkelanjutan.
Baca Juga: Menyongsong IBL 2026 Satria Muda Seimbangkan Seluruh Kekuatan Tim Demi Membidik Gelar Juara
Seluruh langkah yang dibahas diarahkan untuk memastikan kesiapan bulutangkis Indonesia menghadapi persaingan internasional yang kian kompetitif.
Agenda rapat diawali dengan laporan Sekretaris Jenderal PBSI Ricky Soebagdja, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Umum PBSI Fadil Imran.
Dalam arahannya, Fadil menegaskan bahwa tahun kerja 2026 harus dijalani dengan pendekatan yang disiplin, fokus, dan konsisten, tanpa euforia berlebihan.
Baca Juga: Pembenahan Skuat Tangerang Hawks Basketball Demi Target Posisi Lebih Tinggi di IBL 2026
"Setiap program harus terukur dan berdampak langsung terhadap kesiapan atlet, baik dari sisi teknis, fisik, mental, maupun manajemen pendukung. Fokus kita adalah membangun prestasi secara berkelanjutan," ujar Fadil.
Paparan laporan disampaikan oleh sejumlah bidang strategis, meliputi Bidang Pembinaan Prestasi, Turnamen, Prestasi Daerah, Teknologi Informasi dan Riset Pengembangan, serta Hubungan Luar Negeri.
Evaluasi lintas bidang ini menegaskan pentingnya integrasi program agar pembinaan prestasi tidak berjalan parsial atau sekadar rutinitas.
Baca Juga: Kesehatan Mental dan Risiko Cedera Fisik Saling Berkaitan
Fadil menegaskan bahwa Pelatnas Cipayung merupakan pusat dari seluruh arah kebijakan dan kerja organisasi PBSI, yang menjadi fondasi dalam menyiapkan atlet menuju ajang-ajang besar dunia.
Oleh karena itu, pembinaan jangka pendek dan menengah harus dikelola secara rapi dan terhubung dengan peta jalan prestasi jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Menurutnya, kekuatan PBSI tidak hanya ditentukan oleh performa atlet di lapangan, tetapi juga oleh soliditas organisasi dan ekosistem pendukung di belakang mereka.
Baca Juga: Barcelona Ingin Balikan Lagi dengan Joao Cancelo
Sinergi antara pengurus, pelatih, tim pendukung, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mewujudkan target prestasi.
Menutup rapat, Fadil mengapresiasi kinerja seluruh jajaran PBSI sepanjang 2025 serta mengajak semua pihak menjadikan 2026 sebagai tahun kerja yang fokus, tenang, dan berorientasi hasil melalui evaluasi objektif dan perbaikan berkelanjutan.
"Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi untuk masa depan. PBSI bukan sekadar organisasi, tetapi penjaga harapan dan kebanggaan bangsa melalui bulutangkis," pungkasnya.
Artikel Terkait
PBSI Andalkan Beregu Putra dan Tunggal Putri di SEA Games 2025
PBSI Tunjuk Febriana dan Sabar sebagai Kapten Tim SEA Games, Andalkan Pengalaman dan Kepemimpinan
Daniel Marthin dan Ester Nurumi Pulih dari Cedera, PBSI Pilih Pendekatan Hati-hati untuk Comeback
Persiapan Menuju Olimpiade LA 2028, PBSI Uji Duet Baru Ganda Putri di Awal 2026
Kebijakan Pemulangan Dan Pemanggilan Atlet Pelatnas PBSI Akhir Tahun Ditiadakan