Tanpa Gelar di All England 2026, PBSI Soroti Perkembangan Pemain Muda

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 10 Maret 2026 | 02:23 WIB
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian, menginginkan hasil lebih baik dari skuad bulutangkis Indonesia yang diturunkan di Indonesia Masters 2026, 20-26 Januari ini di Istora Senayan.  (PBSI)
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian, menginginkan hasil lebih baik dari skuad bulutangkis Indonesia yang diturunkan di Indonesia Masters 2026, 20-26 Januari ini di Istora Senayan. (PBSI)

SportlinkNews - Pulang tanpa gelar di All England 2026, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) langsung melakukan evaluasi menyeluruh.

Target membawa pulang satu gelar belum tercapai dari turnamen BWF Super 1000 ini, namun federasi menilai tetap ada perkembangan yang patut dicatat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian. Menurutnya, dua gambaran berbeda.

Baca Juga: Hasil Super League: Debut Manis Imran Nahumarury, Semen Padang Bekuk PSBS

Di satu sisi target memang tidak tercapai, tapi di sisi lain sejumlah atlet muda dinilai mampu tampil berani dan kompetitif ketika menghadapi lawan-lawan elite dunia di panggung sebesar All England. 

"Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Ini menjadi indikator bahwa proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi," kata Eng Hian.

Salah satu performa yang mendapat sorotan datang dari pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Baca Juga: Hasil Super League: Andrew Jung Menggila, Persib Bantai Persik

Duet muda ganda putra itu mampu melangkah hingga babak semifinal setelah menyingkirkan beberapa pasangan unggulan sepanjang turnamen.

Meski akhirnya terhenti di empat besar, penampilan mereka dinilai menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level atas dalam beberapa tahun ke depan.

"Tapi, di sisi lain, kami juga harus mengakui bila target yang ditetapkan belum tercapai," ucap Eng Hian.

Baca Juga: Rahasia Tetap Bugar Tanpa Perlu Latihan Berjam-jam

"Ini tentu menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi kami, dari sisi strategi pertandingan hingga konsistensi performa di fase-fase krusial. Tim pelatih akan menelaah berbagai aspek," tambahnya.

Eng Hian mengatakan pihaknya memahami besarnya harapan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis, khususnya di turnamen bergengsi seperti All England.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena target yang ditetapkan belum tercapai serta mengapresiasi doa dan dukungan yang terus diberikan kepada tim bulutangkis Indonesia.

Baca Juga: Ikrar Baru Marc Marquez, Mengejar Kepuasan Bukan Sekadar Juara

Usai tampil di Birmingham, sebagian besar tim Indonesia tidak langsung pulang ke Tanah Air. Mereka akan melanjutkan rangkaian tur Eropa dengan tampil di Swiss Open 2026 yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel.

Turnamen tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para pemain untuk bangkit sekaligus memburu hasil yang lebih baik.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X