SportlinkNews - Final All England Open 2026 menghadirkan momen bersejarah bagi Chinese Taipei. Dua gelar yang diraih pada hari terakhir turnamen membuat negara tersebut mencatatkan pencapaian penting di panggung bulu tangkis dunia.
Kesuksesan itu datang dari sektor ganda campuran melalui pasangan Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, serta dari tunggal putra lewat permainan impresif Lin Chun-yi.
Pada partai ganda campuran, Ye/Chan sukses mengakhiri dominasi pasangan Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue. Bertanding sengit, pasangan Chinese Taipei tersebut menang dua gim langsung 21-19, 21-18.
Baca Juga: Performa Terbaik Manchester City di Markas Newcastle
Kemenangan itu terasa sangat spesial bagi Ye. Ia mengaku sebelumnya belum pernah mengalahkan pasangan Prancis tersebut sehingga keberhasilan di final terasa sangat emosional.
Menurut Ye, pertandingan berlangsung dalam tekanan tinggi, terutama pada momen-momen krusial. Ia bahkan mengaku harus meluapkan emosinya setiap kali meraih poin agar bisa menjaga fokus di lapangan.
Ia juga mengakui penampilannya pada gim pertama sempat kurang maksimal. Namun, dorongan dari pasangannya membuatnya mampu kembali tenang dan menemukan ritme permainan hingga akhirnya mengamankan kemenangan.
Baca Juga: Ambyar, Oscar Piastri Gagal Balap di Kandangnya, Ini Penyebabnya
Gelar ini menjadi pencapaian terbesar dalam karier mereka sejauh ini. Setelah sebelumnya mengoleksi trofi dari level turnamen yang lebih rendah, keberhasilan di turnamen Super 1000 menjadi lompatan besar bagi pasangan tersebut.
Sementara itu, keberhasilan Chinese Taipei semakin lengkap lewat kemenangan Lin Chun-yi di sektor tunggal putra. Ia tampil solid saat menghadapi wakil India Lakshya Sen, dengan skor 21-15, 22-20.
Pertandingan berlangsung ketat, terutama pada gim kedua ketika Sen sempat memberikan tekanan. Namun, Lin mampu menjaga ketenangan pada poin-poin akhir untuk memastikan kemenangan.
Lin mengakui kondisi fisiknya cukup terkuras setelah menjalani rangkaian pertandingan sepanjang pekan. Meski demikian, ia berusaha tetap fokus pada setiap reli dan tidak membiarkan kesalahan kecil memengaruhi konsentrasinya.
Baca Juga: Persita Menang Telak atas Madura United FC Jadi Modal Kuat Bertahan di Lima Besar Super League
Baginya, kemenangan di All England merupakan mimpi yang akhirnya terwujud. Ia mengingat masa pandemi ketika hanya bisa menyaksikan turnamen tersebut melalui televisi.
Kini, ia justru berdiri sebagai juara di salah satu turnamen bulu tangkis paling bergengsi di dunia.
Artikel Terkait
Melangkah ke Semifinal, Raymond/Nikolaus Jaga Asa Terakhir Indonesia di All England 2026
All England 2026: Pearly/Thinaah Hentikan Ana/Trias, Indonesia Kehabisan Wakil di Ganda Putri
Ana/Trias Akui Agresivitas Lawan Jadi Faktor Kekalahan di Perempat Final All England 2026
Raymond/Nikolaus Tak Mau Terbebani Status Wakil Terakhir Indonesia di All England 2026
Indonesia Tanpa Gelar di All England 2026, Generasi Muda Mulai Menunjukkan Progres.