Jafar/Felisha Tersingkir, Amri/Nita Jadi Wakil Terakhir Indonesia di Semifinal Swiss Open 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:38 WIB
Menang derby Indonesia, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kini menjadi satu-satunya harapan ganda campuran Indonesia di Swiss Open 2026. Mereka sukses menembus semifinal. (PBSI)
Menang derby Indonesia, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kini menjadi satu-satunya harapan ganda campuran Indonesia di Swiss Open 2026. Mereka sukses menembus semifinal. (PBSI)

SportlinkNews - Sektor ganda campuran Indonesia gagal memastikan satu tempat di partai final Swiss Open 2026 secara otomatis setelah dua wakil yang bertanding di babak perempat final tidak sama-sama berhasil melangkah ke semifinal.

Harapan menciptakan semifinal sesama wakil Indonesia pupus setelah pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu harus mengakui keunggulan pasangan China, Cheng Xing/Zhang Chi.

Unggulan ketiga tersebut kalah dua gim langsung dengan skor 19-21, 17-21 pada pertandingan yang berlangsung di Basel, Sabtu, 14 Maret 2026 dini hari.

Baca Juga: Tembus Semifinal Swiss Open 2026, Dua Tunggal Putra Indonesia Buka Asa Juara

Dengan hasil itu, peluang terciptanya satu tiket final otomatis bagi Indonesia pun tertutup. Sementara itu, satu-satunya pasangan Indonesia yang berhasil melangkah ke semifinal adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Pasangan unggulan kedelapan tersebut menang dramatis atas rekan senegara mereka, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, melalui pertarungan tiga gim 18-21, 22-20, 21-19.

Kemenangan itu membawa Amri/Nita menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di sektor ganda campuran.

Baca Juga: Valverde Ungkap Alasan Serahkan Penalti ke Vinicius saat Real Madrid Hadapi Man City

Amri mengakui pertandingan melawan Adnan/Indah berjalan ketat karena kedua pasangan saling menampilkan variasi permainan.

"Alhamdulillah sudah bisa menang dan cepat beradaptasi dengan perubahan-perubahan lawan. Adnan/Indah tadi bermain bagus, mereka beberapa kali mengubah pola permainan dan berani melakukan variasi," tutur Amri.

"Kami harus mengikuti kecepatan mereka dan tidak boleh kalah tahan. Fokus juga harus terus dijaga," tambahnya.

Baca Juga: Belanda Turun ke Peringkat 7 Koefisien UEFA, Kehilangan Slot Langsung Liga Champions.

Ia menambahkan, setelah memastikan kemenangan, fokus pasangan ini kini adalah memulihkan kondisi sebelum menghadapi laga berikutnya.

"Bersyukur dulu bisa melewati hari ini. Sekarang kami ingin rileks dulu, recovery, makan dan tidur yang cukup. Setelah itu baru fokus lagi untuk pertandingan berikut," katanya.

Sementara itu, Nita mengungkapkan bahwa pada gim penentuan ia lebih banyak mencoba menenangkan diri dan memberi ruang bagi Amri untuk mengembangkan permainan.

Baca Juga: NOC Indonesia Tekankan Sistem Monitoring dan Safeguarding untuk Cegah Kekerasan di Pembinaan Atlet.

"Di gim ketiga saya tidak banyak teriak atau berbicara seperti di gim sebelumnya. Saya lebih meyakinkan diri sendiri dulu dan membiarkan Kak Amri bermain. Tugas saya lebih cepat mengantisipasi bola mereka dan menyiapkan serangan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pada akhir gim penentuan mereka mulai mampu membaca pola permainan lawan sehingga lebih berani mengambil risiko untuk menutup pertandingan.

"Di akhir gim ketiga kami sudah bisa membaca pola yang mereka mainkan, jadi kami lebih berani dan nekat untuk mematikan bola," imbuhnya.

Baca Juga: NOC Indonesia Tegaskan Kabar Perubahan Kualifikasi Sepak Bola Asian Games 2026 Hoaks

Di babak semifinal, Amri/Nita akan kembali menghadapi lawan berat, yakni pasangan China Cheng Xing/Zhang Chi yang sebelumnya menyingkirkan Jafar/Felisha.

Laga tersebut akan menjadi penentu langkah pasangan Indonesia itu untuk menjaga peluang melaju ke partai final.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X