Strategi Herry IP Jaga Mental Juara Aaron/Soh

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:35 WIB
Pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. (AFP)
Pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. (AFP)

SportlinkNews - Pelatih ganda putra Malaysia, Herry IP, tengah mempersiapkan anak asuhnya untuk menghadapi ujian mental yang sesungguhnya. Aaron Chia/Soh Wooi Yik akan bertarung dalam ajang Kejuaraan Asia 2026 dengan beban yang berbeda dari edisi sebelumnya.

Keberhasilan Herry dalam mengangkat performa ganda putra Malaysia memang telah membuahkan hasil yang sangat nyata. Salah satu pencapaian prestisius yang berhasil diraih adalah gelar juara pada Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2025.

Kini, tantangan besar kembali hadir saat mereka harus berlaga di Ningbo, China, pada 7 hingga 12 April mendatang. Aaron/Soh akan memasuki lapangan dengan status sebagai juara bertahan yang tentu menjadi incaran utama lawan-lawan mereka.

Baca Juga: Ducati Unjuk Kekuatan di COTA, Marc Marquez Kuasai Sesi Practice MotoGP Amerika

Herry menyadari tekanan yang dirasakan oleh seorang juara bertahan jauh lebih besar dibandingkan saat mereka sedang mengejar gelar. Tahun lalu, pasangan Malaysia ini mampu tampil lepas dan memberikan kejutan hingga akhirnya naik ke podium tertinggi.

"Mempertahankan gelar tentu jauh lebih sulit karena pikiran Anda terbagi," kata Herry dikutip dari laman New Straits Times.

Logika sederhana dalam dunia olahraga adalah beban mental akan terasa lebih berat ketika ada sesuatu yang harus dipertahankan. Sebaliknya, seorang penantang baru biasanya tampil lebih agresif karena tidak memiliki beban kegagalan yang menghantui pikiran mereka.

Baca Juga: Persita Maksimalkan Performa Tim di Sisa Pertandingan Super League 2025/26

"Rasanya seperti berpikir, 'Saya juara tahun lalu, saya tidak boleh kalah kali ini.' Saat Anda mengejar gelar pertama, Anda tidak punya apa-apa yang harus dikhawatirkan rasanya lebih ringan. Menang itu lebih mudah daripada mempertahankan gelar," tuturnya.

Fokus utama Herry saat ini adalah membebaskan Aaron/Soh dari jeratan beban mental tersebut agar mereka bisa tampil maksimal. Ancaman serius pun sudah terlihat jelas dari pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Rekor pertemuan menunjukkan Aaron/Soh baru saja mengalami kekalahan menyakitkan secara berturut-turut dari pasangan Korea tersebut. Mereka terpaksa menyerah dalam drama tiga set pada partai final Malaysia Open dan All England tahun ini.

Baca Juga: Barca Rilis Racing, Koleksi Pakaian Bernuansa Motorsport dengan Pengaruh Gaya Era 2000-an

Guna memutus tren negatif tersebut, pelatih yang dijuluki Naga Api ini menerapkan metode analisis yang lebih mendalam dan visual. Herry memanfaatkan rekaman pertandingan untuk membedah setiap celah yang dimanfaatkan oleh lawan dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya.

"Kami sedang menganalisis rekaman pertandingan sebelumnya, terutama kesalahan yang mereka buat saat melawan tim Korea. Hal ini akan membantu mereka melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda dan memperbaiki strategi mereka di Ningbo," ujarnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: New Straits Times

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X