SportlinkNews - Dua sektor tunggal, yakni putra dan putri, membawa misi berbeda dalam menghadapi turnamen level elite Polyron Indonesia Open 2026, 2-7 Juni mendatang di Istora Senayan, Jakarta.
Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, menegaskan bahwa Indonesia Open menjadi salah satu target utama musim ini. Ia masih menyimpan ambisi besar untuk meraih gelar yang selama ini belum berhasil ia dapatkan di hadapan publik sendiri.
"Indonesia Open ini salah satu wishlist saya. Jadi memang menjadi target utama tahun ini. Persiapan pasti akan dilakukan 100 persen dari semua aspek," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Baca Juga: Performa Makin Moncer, Striker Persija Eksel Runtukahu Dinilai Layak Dipanggil Timnas Indonesia
Jonatan mengakui, hasil pada edisi-edisi sebelumnya belum sesuai harapan. Namun, ia menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih siap tahun ini.
"Yang lalu biar jadi pelajaran. Tahun ini pasti berbeda, fokusnya bagaimana memaksimalkan yang ada di depan," tambahnya.
Bermain di Istora Senayan juga menjadi motivasi tambahan bagi Jonatan. Ia menilai arena tersebut memiliki atmosfer khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Baca Juga: Evaluasi Michael Carrick Usai Manchester United Dijungkalkan Leeds United
"Istora punya magis tersendiri. Penontonnya luar biasa, auranya beda. Dari dulu sampai sekarang rasanya tetap sama, dan itu tidak tergantikan," ucapnya.
Peraih emas Asian Games 2028 itu pun berharap dukungan publik bisa kembali memenuhi arena, apalagi dengan konsep baru turnamen yang lebih ramah penonton.
"Saya harap badminton lovers bisa datang dan meramaikan. Dukungan mereka sangat berarti untuk kami yang bertanding," imbuhnya.
Baca Juga: Menang Telak, Kurniawan Tetap Soroti Masalah Timnas Indonesia U-17
Di sisi lain, tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, memanfaatkan jeda tanpa turnamen sebelum Indonesia Open untuk meningkatkan kualitas permainan.
Ia menyebut fokus latihan saat ini mencakup seluruh aspek, mulai dari teknik hingga fisik.
"Karena sebelum Indonesia Open, setelah Piala Uber, tidak ada pertandingan, jadi waktunya cukup panjang. Kami manfaatkan untuk meningkatkan teknik, motorik, dan fisik," ujarnya.
Baca Juga: Carlos Queiroz Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Ghana
Putri juga melakukan evaluasi dari rangkaian turnamen sebelumnya di Eropa dan Badminton Asia Championships (BAC). Ia menilai masih ada pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga fokus dan konsistensi di lapangan.
"Evaluasinya lebih ke fokus dan konsistensi. Saya harus jauh lebih disiplin lagi," katanya.
Artikel Terkait
Tiga Wakil Tersingkir, Asa Juara Indonesia Open 2026 Kini Ada di Tangan Ganda Putra
Turnamen Padel Sirkuit Indonesia Open 2025 Kedua Berlanjut ke Bandung
Djarum Foundation Kembali ke Indonesia Open, Siap Angkat Kualitas Turnamen Super 1000
Mulai 2027, Indonesia Open Hadir dengan Format Super 1000 yang Diperluas
Indonesia Open 2026 Usung Konsep Ala NBA, PBSI Targetkan Kembali Jadi Super 1000 Terbaik Dunia