Baca Juga: Persija Jakarta Perpanjang Kontrak Bek Muda Potensial
Ia berharap kegagalan di nomor beregu menjadi modal berharga bagi para pemain untuk bangkit di sektor individu.
"Untuk nomor perorangan yang paling utama mereka harus yakin pada kemampuan sendiri, fokus pada permainan sendiri, dan tampil all out. Jadikan pengalaman beregu ini sebagai pelajaran sekaligus tambahan semangat," ucap Eskar.
Senada dengan sang manajer, kapten tim Muhammad Rizky Mubarrok tetap mengapresiasi perjuangan seluruh anggota tim meski harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.
Baca Juga: Kembaran Pacar Francisco Conceicao Diburu Warganet
"Hasilnya memang kurang memuaskan, tapi saya bangga dan bersyukur melihat teman-teman saya berjuang mati-matian sampai akhir. Saya juga meminta maaf kepada seluruh pendukung karena belum bisa membawa tim melangkah lebih jauh," ujar Barrok.
Kapten tim itu menegaskan perjuangan Indonesia belum berakhir karena peluang meraih medali masih terbuka di nomor individu.
"Perjuangan belum selesai. Mari kembali fokus untuk nomor perorangan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh putus asa. Kita semua masih ada peluang untuk membawa pulang medali untuk Indonesia," katanya.
Baca Juga: Pelatih Troussier: Jepang Punya Modal Pulangkan Brasil dari Piala Dunia 2026
Hasil 8 besar ini mengantarkan tim Gajah Putih melaju ke semifinal menghadapi Hong Kong, sementara Jepang akan berjumpa China pada pertandingan empat besar lainnya.
Artikel Terkait
Indonesia Bidik Target Lebih Tinggi di Kejuaraan Asia Junior 2025
Perjalanan Tiwi/Fadia di Badminton Asia Championship 2026 Akhirnya Terhenti di Semifinal
Korea Selatan Jadi Ujian Perdana Garuda Muda di Kejuaraan Asia Junior 2026
Start Sempurna, Garuda Muda Tekuk Korea di Kejuaraan Asia Junior (Team) 2026
Libas Macau China, Indonesia Pastikan Tiket Perempat Final Kejuaraan Asia Junior 2026