Kejuaraan Dunia 2026: Fajar/Fikri Tersingkir, Pintu Medali Ganda Putra Indonesia Tertutup

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:52 WIB
Ekspresi kekecewaan pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri usai tersingkir di 8 besar Kejuaraan Dunia 2026.
Ekspresi kekecewaan pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri usai tersingkir di 8 besar Kejuaraan Dunia 2026.

SportlinkNews - Harapan Indonesia menambah medali dari sektor ganda putra di Kejuaraan Dunia BWF 2026 resmi pupus.

Satu-satunya wakil Merah Putih tersisa di sektor ini, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus mengakhiri langkahnya di perempat final setelah kalah dari wakil Chinese Taipei, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan, Jumat, 21 Agustus 2026.

Bermain di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, pasangan unggulan kedua tersebut tak mampu mengatasi permainan cepat dan agresif Lee/Yang. Fajar/Fikri menyerah dua gim langsung 19-21, 16-21.

Baca Juga: Tottenham Hotspur Datangkan Savinho dari Manchester City, Gelontorkan Dana Transfer Rp1,8 Triliun

Sejak gim pertama, pasangan Chinese Taipei mampu memberikan tekanan konstan. Kecepatan permainan dan power yang mereka tampilkan membuat Fajar/Fikri kesulitan menemukan celah untuk membangun serangan.

Fajar mengakui dirinya tidak mampu keluar dari tekanan sepanjang pertandingan. Selain kualitas permainan lawan, kondisi angin di arena juga turut memengaruhi pengembalian bolanya.

"Hari ini kami tidak bisa keluar dari tekanan. Mereka bermain sangat baik dengan speed dan power yang luar biasa. Kami sudah mencoba, tetapi mereka tampil lebih baik," tuturnya.

Baca Juga: Jay Idzes Bisa Kehilangan Rekan Lagi, Lazio Incar Pinamonti Setelah Gagal Rekrut Dieng

Kesulitan terutama dirasakan Fajar pada gim pembuka. Ia mengaku sempat ragu-ragu dalam menentukan pukulan karena hembusan angin di lapangan cukup kencang.

"Gim pertama khususnya saya banyak ragu-ragu dengan permainan. Sedikit kaget juga, hembusan angin hari ini lumayan kencang ke pinggir, jadi pengembalian bola saya banyak tidak pas," katanya.

Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri berusaha mengubah pola permainan. Namun, Lee/Yang tetap mampu mempertahankan tempo dan tekanan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan.

Baca Juga: Atalanta Vs Hapoel Tel Aviv: Scalvini Harus Keluar Lapangan karena Cedera Dini

Fikri menilai kekalahan tersebut bukan semata karena tekanan mental. Menurutnya, pasangan Chinese Taipei memang tampil lebih solid dan mampu membuat mereka kesulitan menemukan ruang untuk menyerang.

"Kami tidak merasa terlalu ada pressure. Di lapangan memang lawan bermain baik," imbuh Fikri.

Kegagalan di perempat final sekaligus menjadi pelajaran penting bagi Fikri. Ia menyadari kemampuan beradaptasi harus menjadi salah satu modal utama ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

Baca Juga: Lekukan Tubuh Pacar Bellingham Mendapat Nilai Sempurna

"Banyak pelajaran untuk saya pribadi di Kejuaraan Dunia ini. Mau lawan siapapun, kami harus selalu siap dan harus cepat adaptasi," ujarnya.

Fikri juga mengakui permainan Lee/Yang di luar perkiraan mereka. Pertahanan dan koordinasi pasangan Chinese Taipei dinilai begitu rapat sehingga sulit ditembus.

"Permainan mereka cukup mengagetkan dan solid, seperti sempit dan tidak ada celah di lapangan mereka," ungkap Fikri.

Baca Juga: 10 Pembalap Terhebat dalam Sejarah Formula 1

Hasil ini membuat Fajar/Fikri gagal melanjutkan perjuangan untuk memperebutkan podium. Dengan tersingkirnya pasangan unggulan kedua tersebut, Indonesia dipastikan tidak memiliki wakil ganda putra di semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

An Se Young Juara Dunia Baru Tunggal Putri

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Jonatan Susul Alwi ke 32 Besar Kejuaraan Dunia 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:27 WIB
X