SportlinkNews - Medali perunggu yang dibawa pulang Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 punya arti lebih dari sekadar tambahan koleksi prestasi Indonesia.
Bagi Amri dan Nita, podium ketiga di New Delhi menjadi bukti bahwa ganda campuran Indonesia masih mampu bersaing di panggung tertinggi dunia.
Lebih dari itu, mereka berharap pencapaian tersebut menjadi pemantik untuk membangun kembali kekuatan sektor yang tengah memulai perjalanan dari awal.
Baca Juga: Ezri Konsa Tinggalkan Aston Villa, Bergabung dengan Arsenal untuk Liga Primer 2026/27
Amri menilai keberhasilan mereka menembus semifinal harus dijadikan energi positif bagi seluruh elemen ganda campuran Indonesia. Bukan hanya untuk dirinya dan Nita, tetapi juga para pemain lain yang sedang dipersiapkan untuk meneruskan perjuangan di sektor tersebut.
"Semoga hasil ini memotivasi tim ganda campuran yang mulai dari nol lagi. Ayo bareng-bareng teman-teman, para pelatih, adik-adik, kita kerja keras lagi, kita coba lagi semaksimal mungkin," ujar Amri.
Perunggu tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa jalan menuju podium tertinggi masih terbuka. Amri dan Nita memang belum berhasil menembus final setelah kalah tipis dari pasangan nomor satu China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dalam pertarungan tiga gim.
Baca Juga: Enzo Maresca Waspadai Bournemouth yang Bermain Agresif
Namun, keberanian mereka meladeni pasangan elite dunia hingga poin-poin terakhir menjadi modal berharga. Hasil itu memperlihatkan bahwa pasangan Indonesia tersebut memiliki kapasitas untuk bersaing ketika tampil dalam kondisi terbaik.
Amri berharap pengalaman di Kejuaraan Dunia bisa menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas mereka sekaligus mendorong regenerasi di sektor ganda campuran.
Ia tidak ingin medali tersebut berhenti sebagai catatan bahwa Indonesia kembali meraih perunggu. Sebaliknya, pencapaian itu harus menjadi awal dari usaha untuk mengejar podium yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya.
Baca Juga: Tinggalkan Anfield, Curtis Jones Sampaikan Pesan Emosional untuk Fans Liverpool
Bagi Nita, medali tersebut juga memiliki sisi emosional. Ia mempersembahkannya kepada Indonesia dan seluruh pihak yang tetap memberikan kepercayaan ketika perjuangan mereka belum selalu menghasilkan kemenangan.
"Medali perunggu ini untuk Indonesia dan untuk semua yang sudah selalu percaya kalau kami masih bisa bersaing. Untuk keluarga dan pelatih juga," kata Nita.
Saat ini sektor ganda campuran Indonesia memang sedang dalam tahap pembentukan kembali dan regenerasi. Satu-satu sektor yang tidak memiliki pemain senior dan kini sedang mengalami kendala terkait isu pengaturan skor.
Baca Juga: Lionel Messi Tampar Lawan, MLS Jatuhkan Sanksi Denda
Satu medali perunggu mungkin belum cukup untuk mengembalikan ganda campuran Indonesia ke papan atas dunia. Namun, dari New Delhi, Amri/Nita bertekad menyalakan kembali harapan bahwa sektor ini masih punya masa depan.
"Kini tantangannya adalah menjaga momentum tersebut. Kami dan para pemain lain di sektor ini harus terus berkembang, dan diharapkan menjadikan motivasi untuk mengejar level yang sama atau bahkan lebih tinggi," tegas Amri.
Artikel Terkait
Amri/Nita Amankan Medali Pertama Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026
Kejuaraan Dunia 2026: Febriana/Meilysa dan Rachel/Febi Terhenti, Ganda Putri Indonesia Habis
Kejuaraan Dunia 2026: Fajar/Fikri Tersingkir, Pintu Medali Ganda Putra Indonesia Tertutup
Alwi Farhan Terhenti di Perempat Final, Tunggal Putra Indonesia Tanpa Medali di Kejuaraan Dunia 2026
Amri/Nita Gagal ke Final, Indonesia Kembali Bawa Pulang Perunggu dari Kejuaraan Dunia