Kejuaraan Dunia 2026: Febriana/Meilysa dan Rachel/Febi Terhenti, Ganda Putri Indonesia Habis

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:41 WIB
Langkah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus terhenti di perempat final Kejuaraan Dunia 2026, di New Delhi, India, Jumat, 21 Agustus. Terhenti, Ana/Meilysa gagal amankan medali.
Langkah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus terhenti di perempat final Kejuaraan Dunia 2026, di New Delhi, India, Jumat, 21 Agustus. Terhenti, Ana/Meilysa gagal amankan medali.

SportlinkNews - Langkah dua pasangan ganda putri Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 terhenti bersamaan pada babak perempat final.

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum sama-sama gagal melewati hadangan wakil unggulan dari Korea Selatan dan China di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Jumat, 21 Agustus 2026.

Febriana/Meilysa yang menjadi unggulan ke-13 terhenti lebih awal. Mereka harus mengakui keunggulan unggulan ketiga asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee dan takluk dua gim langsung 11-21, 11-21.

Baca Juga: Gaya Rambut Pirang Ronaldo Mencuri Perhatian di Al-Nassr

Sejak awal pertandingan, Febriana/Meilysa kesulitan mengembangkan permainan. Pasangan Korea mampu menjaga tekanan sekaligus memaksa wakil Indonesia lebih banyak melakukan kesalahan.

Febriana mengakui lawannya tampil sangat siap dan mampu menjalankan pola permainan dengan baik. Sementara dari sisi mereka, kurang sabar dalam membangun serangan membuat sejumlah peluang terbuang.

"Alhamdulillah tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Hari ini memang tidak mudah," ungkapnya.

Baca Juga: Manchester United Meluncurkan Cluster Attack dengan Wajah Baru

"Kami sudah menyiapkan beberapa pola dan sudah coba menerapkannya, tetapi mereka sudah begitu siap dan alot sekali. Ditambah kami pun kurang sabar dan akhirnya melakukan kesalahan," lanjut Febriana. 

Meski kecewa dengan hasil tersebut, Febriana melihat masih ada perkembangan yang berhasil mereka tunjukkan sepanjang turnamen. Hal itu menjadi modal yang ingin dipertahankan untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

"Secara hasil pastinya kami belum puas, tetapi ada beberapa progres peningkatan yang kami rasakan dan itu ingin kami terus pertahankan," katanya.

Baca Juga: Enggan Bocorkan Nama Pemain, Pelatih Hull City Sergej Jakirovic: Kami akan Menyulitkan Manchester United!

Meilysa menilai pengalaman menghadapi pasangan dengan karakter permainan seperti Baek/Lee menjadi pelajaran penting. Mereka harus lebih mampu menjaga konsistensi dan kesabaran ketika menghadapi lawan yang memiliki pertahanan kuat.

"Kami harus bisa lebih tahan, lebih konsisten, dan lebih sabar kalau bertemu dengan lawan dengan pola seperti mereka," tutur Meilysa.

Sementara itu, Rachel/Febi juga harus mengakhiri perjuangan mereka setelah kalah dari pasangan China, Li Yi Jing/Luo Xu Min, yang merupakan unggulan kedelapan. Rachel/Febi menyerah 13-21, 14-21.

Baca Juga: 10 Pembalap Terhebat dalam Sejarah Formula 1

Rachel mengakui banyak kesalahan sendiri menjadi salah satu penyebab mereka gagal memberikan perlawanan maksimal. Instruksi yang diberikan pelatih sudah coba diterapkan, tetapi eksekusinya tidak berjalan sesuai rencana.

"Kami banyak melakukan kesalahan, banyak mati sendiri. Kami sudah coba mengikuti semua instruksi pelatih, tetapi hari ini pukulan kami banyak tidak pas," imbuhnya.

Padahal, Rachel/Febi mengaku sudah mempelajari permainan pasangan China tersebut dari pertemuan sebelumnya. Namun, strategi yang telah disiapkan tidak mampu diterapkan secara maksimal di lapangan.

Baca Juga: Mirip Yamal: Arsenal Menjajaki Langkah Ambisius untuk 'Calon Pemenang Ballon d'Or'

"Secara permainan, sepertinya tidak ada yang berubah dari pasangan China dibandingkan pertemuan terakhir dan kami sudah siapkan, tetapi tidak berjalan sesuai harapan," ucapnya.

Febi menambahkan, mereka juga gagal mengeluarkan kecepatan permainan terbaik untuk mengimbangi agresivitas Li/Luo.

"Hari ini kami juga tidak keluar speed-nya, kami tidak bisa mengimbangi mereka," ungkap Febi.

Baca Juga: Thailand U-16 Hantam Malaysia 5-1, Tiket Final Srikandi Merdeka Cup di Tangan

Kekalahan dua pasangan tersebut membuat Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sektor ganda putri pada Kejuaraan Dunia 2026

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

An Se Young Juara Dunia Baru Tunggal Putri

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Jonatan Susul Alwi ke 32 Besar Kejuaraan Dunia 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:27 WIB
X