Taufik Hidayat: PP PBSI Ingin Berbeda dan Transparan, Pemilihan Pelatih Bukan Berdasarkan Like atau Dislike

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Sabtu, 21 Desember 2024 | 13:25 WIB
Taufik Hidayat, Waketum I PP PBSI (Bagus/Kemenpora)
Taufik Hidayat, Waketum I PP PBSI (Bagus/Kemenpora)

SportlinkNews - Wakil Ketua Umum (Waketum) I Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Taufik Hidayat menjelaskan tentang susunan pelatih teknis PBSI yang baru.

Taufik Hidayat yang juga Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) menyebutkan kepengurusan pelatih teknis ini dimaksudkan untuk menuju prestasi terbaik Olimpiade 2028.

"Kepengurusan ini kita ingin yang terbaik karena kita memikirkan bukan untuk satu, dua bulan, satu, dua tahun tapi langsung untuk Olimpiade 2028," kata Taufik di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (20/12).

Baca Juga: Bertanding di JIS Bikin Persija Semakin Kuat Buat Menang di Pekan ke-16 Liga 1 2024/2025

Taufik menjelaskan kepengurusan PBSI yang baru (PBSI 2024-2028) menginginkan sesuatu yang berbeda dan transparan, pemilihan pelatih bukan berdasarkan like atau dislike.

"Kita ingin berbeda, terbuka, karena ada assesmen. Ada 51 pelatih yang mendaftar dan akhirnya yang masuk 20 pelatih utama, pelatih pratama dan asisten," ujarnya.

"Intinya adalah sinkronisasi. Karena saya lihat selama ini ada beberapa yang tak sejalan sehingga agak terlambat."

Baca Juga: Piala ASEAN: Jadwal Siaran Langsung dan Link Pertandingan Timnas Indonesia vs Filipina

"Mudah-mudahan saja ya karena untuk prestasi olahraga tidak bisa instan, butuh proses dan saat ini sedang transisi dan tahun depan sudah ada pertandingan dan ini sudah saya umumkan jadi ini yang terbaik untuk saat ini," imbuhnya.

PBSI lanjutnya memberikan kontrak jangka panjang kepada kepengurusan pelatih teknis ini. Meski demikian, akan selalu ada proses evaluasi sesuai dengan kebutuhan.

"Ya kontrak jangka panjang tapi kita evaluasi tiga, enam bulan, satu tahun bisa sehari-hari juga," papar Taufik.

Baca Juga: Simak, Perjalanan Peringkat FIFA Timnas Indonesia dalam Satu Dekade

"Kita tidak ingin semua ada di zona zaman, jika kurang produktif pasti akan ada punishment serta rewardnya."

"Jadi, tetap nanti akan ada rolling dan pergantian, maksudnya saya mencari komposisi yang terbaik," jelasnya.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: kemenpora

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X