bulutangkis

Putri KW Bidik Podium, Bertekad Putus Tren Buruk di Kejuaraan Asia 2026

Kamis, 2 April 2026 | 22:39 WIB
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. (PBSI)

SportlinkNews - Putri Kusuma Wardani bertekad memperbaiki catatan penampilannya di Kejuaraan Asia 2026 setelah hasil kurang maksimal dalam penampilannya di beberapa edisi terakhir.

Sejak debut pada Kejuaraan Asia 2022, Putri belum mampu melangkah jauh. Saat itu, ia terhenti di babak kedua usai kalah dari Pornpawee Chochuwong. Dalam tiga edisi berikutnya, langkah Putri bahkan selalu terhenti di babak pertama.

Pada Kejuaraan Asia 2023 dan Kejuaraan Asia 2024, ia disingkirkan oleh Sung Shuo-yun. Sementara di Kejuaraan Asia 2025, Putri harus mengakui keunggulan Wang Zhiyi melalui pertarungan rubber game 20-22, 21-16, 21-16.

Baca Juga: Max Verstappen Siap Ngebut di Kualifikasi Balap Ketahanan Nurburgring-Nordschleife 24H

Menghadapi edisi 2026, pemain PB Exist itu membawa tekad baru. Ia ingin memutus tren negatif sekaligus membidik hasil terbaik.

"Tahun ini saya berusaha memberikan yang terbaik dan harus bisa lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Putri di pelatnas PBSI, Rabu, 1 April 2026.

Berdasarkan hasil undian, Putri yang menempati unggulan keenam akan menghadapi pemain dari babak kualifikasi di 32 besar.

Baca Juga: Imbangi Persija Jadi Modal Kuat Dewa United Hadapi PSIM Yogyakarta di Pekan ke-26 Super League

Jika melaju, ia berpotensi kembali bertemu Sung Shuo-yun di babak 16 besar, serta berpeluang menghadapi Wang Zhiyi di semifinal.

Putri pun mengaku optimistis dengan peluangnya kali ini. "Targetnya bisa mencapai podium. Melihat bagan, seharusnya saya bisa mencapai target itu," imbuhnya.

Optimisme tersebut tidak lepas dari hasil positif yang diraih dalam tur Eropa kemarin. Putri sukses menjadi runner-up di Swiss Open 2026, meski mengakui masih ada kekurangan dalam penampilannya.

Baca Juga: Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel: Dewa United Tim Tangguh, Ini akan Jadi Pertandingan yang Sulit

"Di Eropa kemarin, saya bersyukur bisa naik podium di Swiss walaupun masih juara dua. Masih banyak kekurangan, terutama di final, karena permainan tidak keluar, sementara lawan bermain sangat baik. Tapi itu jadi modal yang cukup baik," ujarnya.

Sementara di All England 2026, Putri juga mengambil banyak pelajaran meski harus kembali kalah dari An Se-young.

"Di All England, saya cukup senang bisa sampai ke lapangan utama. Meski kalah lagi dari An Se-young, tapi saya banyak belajar dari pertandingan itu," katanya.

Baca Juga: Persija Pincang Memasuki Pekan ke-26 Super League, Mauro Zijlstra Kembali Mengalami Cedera

Putri menegaskan, ke depan ia tidak ingin terlalu terbebani hasil, melainkan fokus mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan.

"Kalau bertemu lagi, saya tidak ingin terlalu memikirkan menang atau kalah. Yang penting saya bisa mengeluarkan semua kemampuan. Kalau permainan saya keluar, ke depannya akan lebih enak," jelasnya.

Ia juga menyoroti keunggulan An Se-young yang dinilai bukan dari teknik semata, melainkan daya tahan dan minimnya kesalahan sendiri.

Baca Juga: Statistik Merosot, Phil Foden Terancam Absen Bela Inggris di Piala Dunia 2026

"Yang membuat sulit adalah dia sangat tahan di lapangan dan jarang melakukan kesalahan. Itu yang harus saya tingkatkan," tambah Putri.

Persaingan di Kejuaraan Asia 2026 dipastikan ketat dengan kehadiran para pemain elite. Chen Yufei datang sebagai juara bertahan, sementara An Se-young berstatus unggulan pertama dan membidik gelar Asia perdananya.

"Pemain top 10 rata-rata tidak mudah mati. Jadi yang penting bagaimana kita fokus dengan apa yang ingin kita lakukan di lapangan," pungkasnya.

Tags

Terkini