Baca Juga: Liga Champions: Data dan Fakta Menarik Seputar Duel Atletico Madrid vs Arsenal
Kekalahan ini terasa menyakitkan mengingat rekor pertemuan sebelumnya berpihak pada pasangan Indonesia.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf atas hasil yang diraih tim.
"Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dan mampu memanfaatkan peluang di setiap partai. Kami menerima hasil ini sebagai bahan evaluasi," ujarnya.
Baca Juga: Shayne Pattynama Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Jelang Duel Persija Lawan Persib
Ia menilai keunggulan Prancis terletak pada fleksibilitas komposisi pemain, terutama dengan keberadaan Popov bersaudara yang bisa mengisi sektor tunggal maupun ganda.
Strategi tersebut membuat tiga partai awal yang krusial menjadi lebih kompetitif dan akhirnya berpihak pada lawan.
Indonesia sebenarnya memiliki peluang mencuri poin, salah satunya melalui Ginting. Namun kondisi fisik yang menurun di gim penentuan membuatnya gagal mengamankan kemenangan setelah kalah tipis 20-22 dari Toma Junior Popov.
Baca Juga: FIFA Tegaskan Sanksi Berat Aksi Mogok Main dan Tutup Mulut
Evaluasi pun menjadi fokus utama ke depan. PBSI menilai peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta kekuatan mental dalam laga-laga penentuan harus segera dibenahi.
"Terima kasih atas kerja keras seluruh tim. Ke depan, kami berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh agar bisa kembali bersaing di level tertinggi," tutup Eng Hian.