SportlinkNews - PP PBSI mulai menjajal opsi baru di sektor ganda campuran dengan memasangkan Bagas Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil.
Duet anyar tersebut akan menjalani debut pada Polytron Indonesia International Challenge 2026, 25-30 Agustus, di Pontianak, sebagai bagian dari proses transisi Bagas yang memutuskan beralih dari nomor ganda putra.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Bagas menyampaikan keinginannya untuk mengubah fokus karier ke sektor ganda campuran.
Baca Juga: ASEAN Championship 2026: Marselino Cedera, Herdman Siapkan Opsi Baru
Permintaan itu kemudian dibahas bersama jajaran pelatih sebelum akhirnya mendapat persetujuan.
"Bagas Maulana telah menyampaikan keinginannya untuk beralih fokus dari sektor ganda putra ke ganda campuran," ungkap Eng Hian dalam rilis resmi PBSI, Selasa, 4 Agustus.
"Setelah melalui diskusi bersama tim pelatih, kami memberikan kesempatan kepada Bagas untuk menjalani proses transisi tersebut sebagai bagian dari pengembangan kariernya," lanjutnya.
Baca Juga: Persebaya Ukir Sejarah, Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
Menurut pria yang akrab disapa Didi itu, perpindahan sektor tidak dilakukan secara instan. PBSI akan mengawal proses adaptasi Bagas secara bertahap dengan evaluasi menyeluruh terhadap performanya di setiap turnamen.
Sebagai langkah awal, tim pelatih memutuskan memasangkan Bagas dengan Indah Cahya Sari Jamil pada Polytron Indonesia International Challenge 2026.
Turnamen tersebut akan menjadi panggung pertama bagi pasangan baru itu untuk menguji kemampuan dalam pertandingan kompetitif.
Baca Juga: Rizky Ridho Akui Kesalahan, Bidik Kebangkitan Timnas Kontra Singapura
Eng Hian menjelaskan, pembentukan duet Bagas/Indah juga menjadi bagian dari penyegaran komposisi di sektor ganda campuran.
Selain memberi kesempatan kepada Bagas memulai babak baru dalam kariernya, PBSI ingin membuka peluang lahirnya kombinasi yang berpotensi bersaing di level internasional.
"Melalui turnamen ini, kami ingin melihat potensi, chemistry, serta kecocokan karakter permainan keduanya dalam pertandingan resmi," katanya.
Baca Juga: BMW Berpeluang Menyatukan Kembali Duet Miguel Oliveira dan Brad Binder di WorldSBK
Meski demikian, PBSI belum ingin memberikan penilaian terlalu dini terhadap prospek pasangan tersebut. Hasil dari beberapa turnamen awal akan menjadi dasar bagi tim pelatih untuk menentukan kelanjutan kerja sama Bagas dan Indah.
"Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Turnamen-turnamen awal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menentukan arah pembinaan dan kemungkinan pengembangan pasangan ini ke depan," tutur Eng Hian.
Debut Bagas di sektor ganda campuran pun menjadi salah satu sorotan pada Polytron Indonesia International Challenge 2026.
Baca Juga: Jalani Training Camp, Persik Kediri Siapkan Pemain Mudanya untuk Hadapi Super League 2026/27
Turnamen itu akan menjadi ujian pertama bagi mantan spesialis ganda putra tersebut dalam membangun chemistry bersama Indah sekaligus membuktikan kemampuannya di sektor yang baru.
Indah sendiri sebelumnya berpasangan dengan Adnan Maulana. Namun, saat ini Adnan sedang dalam proses peradilan independen (judicial proceedings) oleh BWF terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.