bulutangkis

An Se Young Buru Gelar Juara Dunia Kedua, Kaki Kiri Masih Nyeri

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:16 WIB
Tunggal putri Korea, An Se Young mendominasi Indonesia Open 2026. Ia sukses mempertahankan gelarnya di BWF Super 1000 ini.

SportlinkNews - An Se Young datang ke New Delhi dengan satu misi besar, yakni kembali merebut mahkota dunia.

Kondisi fisik belum sepenuhnya ideal karena kaki kirinya masih menyisakan rasa nyeri, tetapi tunggal putri nomor satu dunia itu memastikan dirinya siap bertarung pada BWF World Championships 2026.

An bertolak dari Korea Selatan menuju India pada Jumat, 14 Agustus, tiga hari sebelum kejuaraan dunia yang berlangsung 17-23 Agustus tersebut dimulai.

Baca Juga: Kasus Laos Bikin Pelaksanaan Piala AFF 2026 Dipertanyakan

Turnamen ini sekaligus menjadi panggung kompetitif pertamanya setelah ia menepi dari Japan Open 2026 pada pertengahan Juli akibat cedera kaki kiri.

Sejak meninggalkan Japan Open, An menjalani proses pemulihan sekaligus meningkatkan kembali intensitas latihannya. Ia mengaku seluruh program latihan menuju kejuaraan dunia telah dijalani secara penuh.

Meski demikian, rasa nyeri pada kaki kirinya belum sepenuhnya hilang. An menyadari kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapinya ketika memasuki pertandingan sesungguhnya.

Baca Juga: Tjetjep Firmansyah dan Jejak Kejayaan Aspac: Empat Gelar dan Lahirnya Para Bintang Indonesia

"Fokus saya adalah mengembalikan kembali feeling bertanding," ujar An di Bandara Internasional Incheon, sebagaimana dikutip dari Yonhap.

Menurut An, menjalani latihan dan bertanding dalam turnamen memiliki situasi yang berbeda. Ia pun menilai kemampuan menemukan kembali ritme permainan akan menjadi faktor penting setelah cukup lama tidak menjalani pertandingan kompetitif.

"Saya sudah banyak berlatih, tetapi situasi saat pertandingan sesungguhnya tentu sangat berbeda. Biasanya, saya baru benar-benar menemukan ritme permainan seiring berjalannya turnamen," ungkapnya.

Baca Juga: Timo Ingin Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara Jadi Inspirasi Anak Perempuan

"Karena itu, menurut saya, menghilangkan kekakuan setelah cukup lama tidak bertanding akan menjadi salah satu faktor kunci dalam kompetisi ini."

Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu juga tidak menutupi bahwa kondisi kakinya belum sepenuhnya pulih. Namun, rasa sakit tersebut masih dapat ditoleransi sehingga tidak membuatnya mengubah keputusan untuk tampil di New Delhi.

An juga mengakui ada persoalan lain yang kerap muncul setelah mengalami cedera, yakni trauma psikologis ketika kembali ke lapangan.

Baca Juga: Pembalap F1 Lance Stroll Pamer Aston Martin Edisi Terbatas di Jalan Monaco

"Saya sering mengalami trauma psikologis setelah cedera. Ada kalanya saya tidak menggerakkan tubuh seperti biasanya dan akhirnya merasa canggung atau tidak nyaman," tuturnya.

"Saya agak khawatir soal itu. Namun, seiring berjalannya turnamen, saya rasa saya akan mampu melakukan penyesuaian," tambah An.

Kejuaraan dunia kali ini menjadi kesempatan An untuk kembali menguasai podium tertinggi setelah gagal mempertahankan gelarnya pada edisi 2025.

Baca Juga: Hadapi Raja Asia Tenggara, Putri Nusantara U-16 Turunkan Skuad Terbaik

An merupakan juara dunia 2023 dan mencatat sejarah sebagai tunggal putri Korea Selatan pertama yang mampu meraih gelar tersebut.

Pada BWF World Championships 2025, langkahnya terhenti di semifinal setelah dikalahkan Chen Yu Fei dari China. An pun harus puas membawa pulang medali perunggu.

Kekalahan tersebut menjadi satu-satunya noda dalam perjalanan luar biasa An sepanjang 2025.

Baca Juga: Ini Dia, Jajaran Tim Pelatih Java United FC di Bawah Komando Fabio Lefundes

Ia mencatat persentase kemenangan tertinggi dan pendapatan hadiah uang terbesar yang pernah diraih seorang pemain tunggal dalam satu musim. An juga menyamai rekor dengan mengoleksi 11 gelar internasional dalam setahun.

Dominasinya berlanjut pada musim 2026. Dari enam turnamen Tur Dunia BWF pertama yang diikutinya, An sukses mengamankan lima gelar juara dan satu kali menjadi runner-up.

Kembalinya An Se Young membuat persaingan kembali akan ketat karena sejumlah pemain papan atas siap menjadi penghalang. Akane Yamaguchi menjadi salah satu rival terberat.

Baca Juga: Menang Telak Atas Saudi Arabia U16, Timo Nilai Ofensif Garuda Pertiwi Belum Maksimal

Tunggal putri Jepang peringkat kedua dunia itu berstatus juara bertahan dan sebelumnya juga telah meraih gelar juara dunia pada 2021 dan 2022.

Meski secara keseluruhan Yamaguchi unggul dalam rekor pertemuan, An justru memenangi lima pertemuan terakhir kedua pemain.

An juga memiliki catatan positif saat menghadapi Chen Yu Fei. Dalam empat pertemuan terakhir, pemain Korea Selatan tersebut selalu keluar sebagai pemenang atas wakil China yang merupakan runner-up BWF World Championships 2025 itu.

Baca Juga: Duel Persib Vs Sabah FC, Igor Tolic Ogah Turunkan Skuat Terbaiknya

Sementara itu, Wang Zhi Yi yang menempati peringkat ketiga dunia juga belum banyak mampu menahan laju An. Sejak Januari 2025, Wang hanya sekali mengalahkan An dalam 13 pertemuan terakhir.

"Saya sangat ingin meraih hasil yang sama seperti sebelumnya. Saya yakin bisa mewujudkannya, jika saya memberikan yang terbaik," imbuh An Se Young.

Tags

Terkini