SportlinkNews - Kejuaraan Dunia BWF 2026 memiliki arti khusus bagi Alwi Farhan. Tunggal putra Indonesia itu menyebut turnamen yang berlangsung di New Delhi, India, tersebut sebagai salah satu ajang besar yang memiliki nilai tersendiri dalam perjalanan kariernya.
Bagi Alwi, menjadi juara dunia bukan sekadar persoalan kemampuan di lapangan. Dibutuhkan kerja keras, persiapan, mentalitas, hingga kesempatan untuk bisa mencapai puncak dalam turnamen bergengsi tersebut.
"Kejuaraan Dunia adalah salah satu major event yang sakral. Menurut saya yang bisa juara adalah orang-orang yang dipilih oleh Tuhan dengan segala usahanya yang sudah diusahakan," kata Alwi.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Tampil Memukau saat Bermain Basket
Karena itu, Alwi memilih untuk tidak membebani dirinya dengan target yang terlalu jauh. Setelah mengawali turnamen dengan kemenangan atas wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, ia lebih memilih fokus menjalani setiap pertandingan dan terus meningkatkan kualitas permainan.
Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin agar mampu bersaing dengan para pemain terbaik dunia.
"Jadi saya mencoba memantaskan diri untuk bisa berada di sana," ungkapnya.
Baca Juga: Batal Rekrut Emi Martinez, Juventus Alihkan Bidikan ke Vicario
Kemenangan atas Yoo Tae Bin dengan skor 21-17, 21-12 membawa Alwi melangkah ke babak 32 besar. Hasil tersebut sekaligus menjadi modal awal bagi unggulan ke-11 tersebut untuk melanjutkan perjalanannya di Kejuaraan Dunia.
Alwi selanjutnya akan menghadapi wakil Finlandia, Joakim Oldorff. Tiket ke 32 besar diraih Oldorff setelah melewati pertarungan sengit tiga gim melawan wakil Vietnam, Le Duc Phat, dengan skor 19-21, 21-9, 23-21.
Menghadapi babak berikutnya, Alwi menyadari tantangan akan semakin berat. Karena itu, ia akan kembali mengandalkan persiapan, pemulihan kondisi, serta kemampuan menjaga fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Baca Juga: Laga Pramusim Usai, Michael Carrick Puas Performa Pemain Manchester United
Alwi juga tidak ingin terlalu terburu-buru memikirkan peluang juara. Baginya, setiap pertandingan merupakan bagian dari proses untuk membuktikan bahwa dirinya layak bersaing di panggung terbesar bulu tangkis dunia.