PON Beladiri Digelar di Kudus, KONI dan Djarum Foundation Geber Persiapan

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 30 Juli 2025 | 19:00 WIB
Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor KONI Jawa Tengah, Kompleks GOR Jatidiri Semarang, Selasa (29/7) malam.
Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor KONI Jawa Tengah, Kompleks GOR Jatidiri Semarang, Selasa (29/7) malam.

SportlinkNews – Pekan Olahraga Nasional (PON) beladiri akan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, 11–26 Oktober 2025. KONI Pusat dan Djarum Foundation serta KONI Jawa Tengah langsung tancap gas.

Persiapan awal dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor KONI Jawa Tengah, Kompleks GOR Jatidiri Semarang, Selasa (29/7) malam.

Event ini akan mempertandingkan 10 cabang olahraga beladiri yakni taekwondo, gulat, judo, wushu, karate, pencak silat, sambo, jujitsu, kempo dan tarung derajat.

"Kami bersama jajaran pengurus KONI Jawa Tengah siap membantu pelaksanaan PON beladiri agar lancer dan sukses," kata Ketua KONI Jateng, Bona ventura Sulistiana di sela-sela memantau pertemuan 10 cabang olahraga beladiri di Kantor KONI Jateng, Selasa (29/7) malam.

Baca Juga: Kontroversi Permenpora No.14/2024 Dipastikan Tidak Ganggu Agenda KONI Pusat

Seperti diketahui, KONI Pusat bekerja sama dengan Djarum Foundation sudah sepakat menggelar PON beladiri di Djarum Arena 2 – 3 Kudus.

Para peserta adalah 38 KONI se-Indonesia, seperti halnya PON regular. Thema dari event ini ‘’Bakti untuk Negeri Melalui PON Beladiri’’.

Sebagai langkah awal, digelar rapat koordinasi 10 cabang olahraga yang dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno dan Deputy Director Djarum Foundation Ryan Gozali.

Baca Juga: Terpilih Secara Aklamasi, Andi Ady Pimpin KONI Sultra

Hadir juga pengurus KONI Kabupaten Kudus, Pengrov serta Pengkab/kot cabang olahraga peserta PON.

"Dalam rapat koordinasi itu, di antaranya dilakukan pembentukan panitia pelaksana pertandingan technical delegate. Rapat berlangsung hingga pukul 01.00 Rabu (30/7)," ujar Bona.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno menjelaskan, ide awal digelarnya PON beladiri adalah untuk menjadikana PON empat tahunan (NTB-NTT 2028 dan seterusnya) sebagai arena yang fokus mempertandingkan cabang-cabang olahraga Olimpiade.

"Maka muncullah ide PON beladiri, PON perairan dan PON indoor. Dan yang pertama digelar adalah PON beladiri,’’ jelasnya.

Baca Juga: Media Vietnam Sindir Malaysia, Indonesia, dan Sisi Gelap Kebijakan Naturalisasi

Lebih lanjut mantan Danrem Yogyakarta itu menjelaskan, anggota KONI saat ini ada 78 cabang olahraga. Dari sejumlah itu, Olimpiade menjadi sasaran utama pembinaan prestasi Indonesia.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X