Karena itu, PON juga memprioritaskan cabang Olimpic dan cabang berprestasi di Asian Games dan SEA Games. Sisanya digelar sesuai dengan jenis cabang olahraganya.
Cabang Olimpic meliputi taekwondo, judo dan gulat. Kemudian yang berprestasi pada Asian Games dan SEA Games adalah wushu, karate, dan pencak silat.
"Cabang beladiri pun ada 18 yang anggota KONI. Namun kesepakatan kami dengan Djarum Foundation baru bisa digelar 10 saja. Sisanya, akan digelar pada 2026," paparnya.
Baca Juga: 22 Suporter Ditangkap Polisi Usai Timnas U23 Indonesia Ditekuk Vietnam
Sport Tourisme
Adapun Deputy Director Djarum Foundation Ryan Gozali menyebut pihaknya merasa berkewajiban untuk ikut membangun prestasi olahraga Indonesia.
"Jika selama ini Djarum identik dengan bulutangkis, maka kini turut mengembangkan prestasi nasional," kata Ryan.
Disebutkannya, olahraga beladiri memiliki posisi luar biasa dalam kehidupan masyarakat. Jika tidak berprestasi, tidak juara, maka ada nilai-nilai lebih yang didapat para pelakunya.
"Banyak contoh dalam kehidupan, untuk mendapatkan pekerjaan, dengan memiliki kelebihan beladiri akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan," paparnya.
Baca Juga: Belajar Sport Science Bersama KONI: Perlunya Memahami Sport Biomechanic untuk Performa Terbaik Atlet
Dalam pertandingan, beladiri juga memiliki kualifikasi yakni kelas-kelas disesuaikan dengan berat badan.
Dengan demikian, orang Indonesia yang rata-rata bertubuh kecil bisa tetap berpartisipasi bahkan prestasi sesuai kelasnya.
Sayangnya, lanjut Ryan, selama ini porsi publikasi beladiri dirasakan masih kurang. Karena itulah, Djarum Foundation ikut mendorong publikasi yang lebih gencar.
Di samping prestasi di lapangan, penyelenggaraan PON beladiri di Kudus juga akan menggairahkan perekonomian setempat, mulai dari tingkat hunian hotel, kuliner, UMKM bahkan pariwisata. ‘’Di sinilah, konsep sport turisme terwujud," pungkasnya.
Artikel Terkait
Ini Pemain yang Masih Dibutuhkan 5 Klub Teratas Serie A Musim Panas
Lionel Messi Pamer Jam Tangan Barbie Merah Muda Seharga Rp 13,5 Miliar, Rolex Langka Itu Tak Ada di Pasaran
Barcelona Hadapi Tiga Tim Tangguh di Tur Asia 2025, Hansi Flick Bawa 30 Pemainnya
Megatron Pimpin Timnas Voli Putri di SEA V League, PBVSI Targetkan Posisi Kedua
Granit Xhaka Tinggalkan Bayer Leverkusen, Mantan Gelandang Arsenal Ini Kembali ke Liga Primer Bela Sunderland
Tiga Alasan Utama Kekalahan Timnas U23 Indonesia, Pedihnya Lihat Vietnam Juara di SUGBK