Bagi Chris John, KONI bukan sekadar lembaga administratif, melainkan rumah kedua bagi para atlet Indonesia.
“KONI itu dibutuhkan para atlet untuk jadi rumah kedua. Bukan hanya untuk latihan, tapi juga tempat kami berkeluh kesah dan bertumbuh,” tambahnya.
Di sisi lain, dukungan tenaga olahraga seperti pelatih, dokter, dan sebagainya yang difasilitasi KONI juga terancam dengan adanya regulasi kontroversial tersebut.
Artikel Terkait
Kontroversi Permenpora No.14/2024 Dipastikan Tidak Ganggu Agenda KONI Pusat
PON Beladiri Digelar di Kudus, KONI dan Djarum Foundation Geber Persiapan
Terungkap, Ini yang Bikin Crystal Palace dan West Ham Kepincut Yann Bisseck
Manchester United Kalahkan Bournemouth 4-1 Berpeluang Menangkan Premier League Summer Series 2025
Babak Baru Pembinaan Atlet, KONI Empat Lawang Menuju Porprov Sumsel