Menpora Pastikan DBON Diperbarui, 21 Cabor Akan Jalani Sistem Promosi-Degradas

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 3 Desember 2025 | 21:11 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.  (KEMENPORA)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. (KEMENPORA)

SportlinkNews - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan penyempurnaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Salah satu poin penting dalam pembaruan tersebut adalah penerapan sistem promosi dan degradasi bagi cabang olahraga (cabor) unggulan.

Erick menekankan bahwa pemetaan cabor unggulan tidak lagi bersifat statis, melainkan dinamis dan berbasis capaian prestasi.

Baca Juga: Motul dan MotoGP Jalin Kontrak Baru Hingga 2030, Siapkan Cetak Biru untuk Penyebaran MotoGP

"DBON akan diperbaiki karena kondisi cabornya sudah berbeda dari sebelumnya. Nantinya ada sistem promosi dan degradasi untuk cabor-cabor unggulan," ujar Erick di Kemenpora, Selasa lalu, 2 November 2025.

Menurutnya, dalam rancangan DBON terbaru akan ditetapkan 21 cabang olahraga sebagai unggulan nasional.

Namun penetapan tersebut bukan jaminan status tetap, sebab setiap cabor akan terus dievaluasi melalui pencapaian di berbagai ajang internasional.

Baca Juga: Tidak Kalah Seru dari El Clasico, Rivalitas Atletico Madrid vs Barcelona Paling Sering Terjadi Sejak 1929

Jumlah cabang prioritas ini meningkat dari sebelumnya 17 cabor.

Evaluasi lanjutan akan dilakukan setelah pelaksanaan SEA Games 2025 dan Asian Games 2026, di mana akan diberlakukan sistem promosi–degradasi bagi cabor yang mengalami peningkatan maupun penurunan prestasi. 

Dari hasil kajian awal, baru tujuh cabang olahraga yang terkonfirmasi masuk prioritas, sementara sisanya termasuk empat cabor tambahan masih menunggu payung hukum baru.

Baca Juga: Brentford Bakal Menggoyang Dominasi Arsenal di Pekan ke-14 Liga Primer

Ketujuh cabang prioritas itu adalah bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, renang, senam, dan atletik.

Erick menegaskan bahwa cabor yang gagal menjaga konsistensi prestasi berpotensi digeser oleh cabor lain yang menunjukkan perkembangan signifikan. Evaluasi besar akan dilakukan pada 2028, bertepatan dengan momentum Olimpiade.

"Bukan berarti 21 cabor itu aman. Pada evaluasi berikutnya di tahun 2028, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade, kami akan lihat kembali promosi dan degradasinya," jelasnya.

Baca Juga: Cetak Gol ke-100 di Liga Primer, Erling Haaland: Saya akan Mengingat Pertandingan Ini Seumur Hidup

Lebih lanjut, Erick menyebut bahwa setelah daftar 21 cabor unggulan difinalisasi, Kemenpora akan berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan Agung.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tata kelola pendanaan dan penetapan target berjalan sesuai aturan.

"Jangan sampai niatnya baik, tetapi pelaksanaannya melanggar ketentuan negara. Saya harus menjaga teman-teman di organisasi olahraga agar semuanya berjalan benar," tegas Erick.

Baca Juga: Duka Sumatera Duka Kita: KONI Pusat Serukan Solidaritas Masyarakat Olahraga

Melalui sistem baru ini, pemerintah pun berharap prestasi olahraga Indonesia semakin terukur, kompetitif, dan berorientasi pada hasil nyata di kancah internasional.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Kemenpora

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X