SportlinkNews - Tim atletik Indonesia menutup partisipasinya di Asian Indoor Athletics Championships 2026 tanpa membawa pulang medali.
Meski demikian, ajang yang berlangsung di Tianjin, China, pada 6-8 Februari itu tetap memberi banyak catatan penting bagi perkembangan atlet Merah Putih di level Asia.
Sepanjang tiga hari kompetisi, Indonesia menurunkan sejumlah atlet di berbagai nomor dan beberapa di antaranya mampu menembus babak final.
Baca Juga: KFI Gaet Jose Tirado, Futsal Indonesia Dipacu Menuju Standar Global
Pada hari pertama, Lalu Muhammad Zohri tampil di final lari 60 meter putra dan finis di posisi keenam dengan catatan waktu 6,69 detik.
Hasil serupa juga diraih Lina Hisage di nomor tolak peluru putri. Ia menempati peringkat keenam dengan lemparan 12,07 meter yang sekaligus menjadi rekor pribadi terbaiknya.
Maulana Ismail harus puas berada di peringkat kelima Heat 1 nomor 400 meter putra, sementara Dwiky Firmansyah menyelesaikan final lompat tinggi putra di urutan ke-11 dengan lompatan setinggi 2,00 meter.
Baca Juga: Persib Atur Peran Pemain Asing, Castel dan Przybek Fokus di Kompetisi Berbeda
Pada nomor lari gawang 60 meter putra, Brian Bagas Swara finis keenam pada Heat 2 dengan waktu 8,30 detik.
Shava Salvia Waranggani mencatatkan hasil menggembirakan di nomor 60 meter putri setelah finis kelima Heat 2 dengan waktu 7,65 detik. Ia mencatatkan personal best-nya.
Di nomor jarak menengah, Odekta Elvina Naibah menyelesaikan lomba 3.000 meter putri di peringkat kedelapan dengan waktu 9 menit 58,72 detik. Wilna Selvi mengikuti di posisi ke-10 dengan catatan 10 menit 49,55 detik.
Baca Juga: Federico Dimarco Tolak Pujian Individu
Pada hari terakhir kejuaraan, Yad Hafizuddin finis di posisi ke-10 final nomor 1.500 meter putra dengan waktu 4 menit 03,79 detik.
Sementara itu, Vincensia Awutet Amrajam menempati peringkat ke-10 final lompat jauh putri setelah mencatat lompatan sejauh 5,76 meter.
Walau belum mampu bersaing di perebutan podium, hasil ini dinilai Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan tetap memberi gambaran objektif mengenai posisi atlet Indonesia di peta persaingan Asia.
Baca Juga: Ubed Geser Alwi Jadi Juara Termuda BWF World Tour
Pasalnya, kejuaraan ini akan menjadi tolok ukur penting untuk menilai progres latihan pasca-SEA Games 2025 sekaligus bahan evaluasi menuju agenda kompetisi yang lebih besar, yakni Asian Games 2026, September mendatang.
"Kejuaraan ini menjadi ujian awal bagi atlet-atlet kita di tahun 2026 untuk melihat perkembangan mereka setelah SEA Games," ucapnya.
"Saya mengapresiasi atlet-atlet muda yang mampu meningkatkan performa dan memecahkan personal best di level Asia," tambah Luhut dalam keterangan resminya, Senin, 9 Februari 2026.
Artikel Terkait
Sprinter Adidas Noah Lyles Mendefinisikan Ulang Ketenaran Atletik, dari Medali Emas hingga Fesyen Berani
SEA Games 2025: Atletik Indonesia Borong Empat Emas Marathon dan Jalan Cepat 20 Km
Atletik Indonesia Panen Emas di SEA Games 2025, Marathon dan Jalan Cepat Berjaya
SEA Games 2025: Atletik Indonesia Sudah Lebihi Target Emas, Peluang Tambah Medali Masih Terbuka
Tanpa Beban Target, Para Atletik Indonesia Siap Tantang ASEAN Para Games 2026