SportlinkNews - Timnas Futsal Indonesia berhasil menyapu bersih seluruh laga fase grup ASEAN Futsal Championship 2026 dengan catatan kemenangan. Keberhasilan ini dipastikan setelah skuad Garuda menumbangkan Australia dengan skor tipis 3-2 dalam pertandingan pemungkas Grup B.
Laga sengit yang digelar di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium, Thailand, pada Rabu (8/4) tersebut menjadi ajang pembuktian mentalitas juara para pemain. Meski sempat tertinggal, Indonesia mampu membalikkan keadaan di menit-menit akhir pertandingan yang mendebarkan.
Andres Putra membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-9 sebelum Australia bangkit membalas lewat gol Hayden Harb di menit ke-19. Kondisi sempat berbalik menekan saat Charlie Garnham mencetak gol kedua Australia pada menit ke-36 yang membuat kedudukan menjadi 1-2.
Baca Juga: Legenda Balap Kevin Schwantz: Duet Marc Marquez dan Pedro Acosta akan Jadi Tim Impian di MotoGP
Momentum kebangkitan Indonesia lahir dari kaki Andres Dwi Persada yang langsung mencetak gol balasan tidak lama setelah gawang Indonesia kebobolan. Puncaknya, Muhammad Sanjaya menjadi pahlawan kemenangan lewat gol krusial yang tercipta hanya 36 detik sebelum peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya mengamankan posisi puncak klasemen, tetapi juga memberikan kebanggaan besar bagi pelatih, Hector Souto. Arsitek asal Spanyol tersebut berharap hasil positif ini dapat menginspirasi generasi muda futsal di tanah air.
"Saya harap, penggemar futsal kami merasa bangga dengan kami. Secara keseluruhan, saya berharap para pemain muda yang saat ini 13, 14, 15 tahun, mereka bisa melihat pemain ini dekat, dan merasa, 'wow, mereka hanya 20, 21, 22 tahun'," kata Hector Souto seusai laga.
Baca Juga: Usung Misi Remontada, Arbeloa Yakin Real Madrid Mampu Balas Bayern
Souto menegaskan visi utamanya adalah membangun ekosistem futsal yang inklusif dan memberikan jenjang karier yang jelas bagi bibit muda. Ia ingin membuktikan bahwa pintu untuk menjadi penggawa tim nasional selalu terbuka bagi siapa pun yang memiliki talenta dan kemauan keras.
"Dalam 4-5 tahun, 'saya bisa menjadi pemain nasional, karena pemain nasional terbuka untuk semua orang'. Dan inilah yang kami ingin lakukan. Memberikan harapan baru bagi pemain muda. Dan, seperti yang kita lihat, mereka berperan dengan baik," ujarnya.
Statistik menunjukkan dominasi Indonesia di fase grup dengan raihan sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan yang telah dijalani. Sebelumnya, pasukan Merah Putih sukses melumat Brunei Darussalam dengan skor telak 7-0 dan menundukkan rival serumpun, Malaysia, dengan skor tipis 1-0.
Baca Juga: Awal Musim yang Menjanjikan Bagi Aprilia, Mampukah Bertahan Hingga Akhir?
Keberhasilan ini terasa kian istimewa mengingat Indonesia turun dengan kombinasi pemain yang disebut-sebut sebagai skuad lapis kedua namun tetap kompetitif. Kini, fokus tim beralih ke babak semifinal di mana Indonesia menanti pemenang antara tuan rumah Thailand atau Vietnam.
Mengenai kondisi fisik para pemain, Souto memastikan seluruh anggota tim berada dalam level kebugaran yang cukup baik untuk melakoni fase gugur. Rotasi pemain yang diterapkannya sepanjang fase grup terbukti efektif menjaga stamina sekaligus memberikan jam terbang yang merata.
Artikel Terkait
Ganyang Malaysia, Timnas Indonesia Melaju ke Semifinal ASEAN Futsal Championship 2026
ASEAN Futsal Championship 2026: Souto Tuntut Perbaikan, Indonesia Incar Performa Lebih Solid Lawan Australia
ASEAN Futsal Championship 2026: Lawan Australia, Garuda Siap Tembus Puncak Grup B
Libas Australia, Timnas Indonesia Juara Grup B ASEAN Futsal Championship 2026