Melawan Dingin Sikapuk, Matahari Mengajarkan Kesabaran

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:42 WIB
Bersabar menunggu matahari terbit.
Bersabar menunggu matahari terbit.

"Saya mengangguk sembari menggerakan jari-jari tangan." Itu jawaban paling diplomatis.

Kalau berkata jujur, sebenarnya saya ingin bertanya: Kita ini mau melihat matahari terbit atau sedang mengikuti seleksi calon penghuni kutub?

Tetapi perjalanan harus dilanjutkan. Jauh-jauh perjalanan dari Depok harus dapat melihat indahnya matahari terbit. Meski ada pengorbanan yang harus dibayar. Melawan dingin.

Baca Juga: AC Milan Perkenalkan Jersey Ketiganya di Depan 40 Ribu Lebih Penonton di Stadion Gelora Bung Karno

Semakin mendekati Sikapuk, udara semakin dingin. Jaket yang semula terasa cukup mulai seperti sekadar formalitas. Tangan masuk ke saku. Kepala ditutup kupluk. Nafas keluar menjadi asap tipis.

"Di Depok kepanasan. Dikasi dingin disini (Dieng) mengkerut. Serbasalah.." celetuk Setiadi.

Namun anehnya, tidak ada yang benar-benar ingin kembali. Meski mata sepet kurang tidur. Meski harus menapak puluhan anak tangga. Ada sesuatu yang sedang ditunggu di ujung perjalanan.

Baca Juga: Rashford Berpesta dengan Wanita Berbikini

Ketika Semua Orang Mendadak Jadi Fotografer
Begitu sampai, ternyata sudah banyak orang berdatangan. Tapi mereka tertib. Perlahan-lahan menapakan kaki.

Tujuannya sama: bangun di pagi buta, melawan dingin, datang ke tempat tinggi, lalu menunggu sesuatu yang sebenarnya bisa dilihat setiap hari.

Bedanya, di Sikapuk matahari terasa lebih istimewa. Tampak lebih dekat dalam genggaman.

Orang-orang mulai mencari posisi terbaik. Semua menoleh ke timur. Sebelum matahari terbit harus diabadikan.

Baca Juga: Mengintip Resor Mewah Tempat Ronaldo dan Georgina Menikah

"Kelompok usia 40 tahun silakan maju untuk foto," teriak Argan dan Andi disambut tawa lainnya.

Ternyata jumlahnya lumayan. Lebih dari 10 orang. Kemudian lanjut sesi foto usia 50 tahunan. Tawa pun pecah, udara dingin sedikit menjadi hangat

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X