Ada saatnya kita berhenti. Menarik napas. Menunggu. Dan membiarkan sesuatu datang pada waktunya.
Sikapuk mengajarkan itu dengan cara yang sederhana. Dalam dingin. Dalam gelap. Dalam penantian. Lalu tiba-tiba— cahaya datang.
Saya berpikir, mungkin hidup memang seperti matahari terbit.
Kita tidak selalu tahu kapan gelap akan berakhir.
Baca Juga: Pramusim: Bukan Sekadar Menang, Ini Misi Xabi Alonso di Balik Kemenangan Chelsea atas Milan
Tetapi selama kita masih mau bertahan dan menunggu, selalu ada kemungkinan pagi akan datang.
Dan ketika pagi itu tiba, kita mungkin baru sadar: ternyata perjalanan menunggunya adalah bagian paling indah dari semuanya.
Artikel Terkait
Ayah Lionel Messi, Jorge, Meninggal Dunia Setelah Lama Sakit
Marselino Ferdinan Tak Masuk Skuad Oxford United, Masa Depannya di Inggris Jadi Teka-teki
Siap Jaga Keseimbangan Tim, Ripal Wahyudi Antusias Gabung Dewa United
Barcelona Siap Lepas Ferran Torres ke PSG Asal Harganya Pas