Dan perasaan ketika matahari pertama muncul. Kita sering tidak sabar menunggu.
Matahari terbit di Sikapuk sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa. Ia terjadi setiap pagi.
Tetapi manusia membutuhkan perjalanan untuk menyadari hal-hal sederhana.
Kita sering ingin semuanya cepat. Pekerjaan cepat selesai. Rezeki cepat datang. Masalah cepat selesai. Rencana cepat berhasil.
Baca Juga: Ditekuk Thailand, Timnas Voli Putri Indonesia Dituntut Bangkit Lawan Filipina
Kita bahkan kadang ingin kehidupan berjalan sesuai jadwal yang kita buat sendiri.
Padahal matahari saja tidak pernah terburu-buru. Ia terbit pada waktunya.
Tidak lebih cepat karena kita memintanya. Tidak lebih lambat karena kita mengeluh.
Ia hanya menjalankan hukum alam.
Dan kita, manusia yang sering merasa paling sibuk di dunia, akhirnya hanya bisa berdiri dan menunggu.
Baca Juga: AC Milan Perkenalkan Jersey Ketiganya di Depan 40 Ribu Lebih Penonton di Stadion Gelora Bung Karno
Itulah pelajaran kecil dari Sikapuk pagi itu. Tidak semua yang kita tunggu harus dipaksa datang lebih cepat. Ada hal-hal yang memang membutuhkan waktu.
Kopi Setelah Matahari Terbit
Setelah matahari cukup tinggi, perut mulai mengingatkan bahwa perjalanan belum selesai.
“Ngopi?”
Pertanyaan sederhana itu langsung disetujui. Secangkir kopi panas terasa seperti hadiah.
Artikel Terkait
Ayah Lionel Messi, Jorge, Meninggal Dunia Setelah Lama Sakit
Marselino Ferdinan Tak Masuk Skuad Oxford United, Masa Depannya di Inggris Jadi Teka-teki
Siap Jaga Keseimbangan Tim, Ripal Wahyudi Antusias Gabung Dewa United
Barcelona Siap Lepas Ferran Torres ke PSG Asal Harganya Pas