Melawan Dingin Sikapuk, Matahari Mengajarkan Kesabaran

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:42 WIB
Bersabar menunggu matahari terbit.
Bersabar menunggu matahari terbit.

Dan perasaan ketika matahari pertama muncul. Kita sering tidak sabar menunggu.

Matahari terbit di Sikapuk sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa. Ia terjadi setiap pagi.

Tetapi manusia membutuhkan perjalanan untuk menyadari hal-hal sederhana.

Kita sering ingin semuanya cepat. Pekerjaan cepat selesai. Rezeki cepat datang. Masalah cepat selesai. Rencana cepat berhasil.

Baca Juga: Ditekuk Thailand, Timnas Voli Putri Indonesia Dituntut Bangkit Lawan Filipina

Kita bahkan kadang ingin kehidupan berjalan sesuai jadwal yang kita buat sendiri.

Padahal matahari saja tidak pernah terburu-buru. Ia terbit pada waktunya.

Tidak lebih cepat karena kita memintanya. Tidak lebih lambat karena kita mengeluh.

Ia hanya menjalankan hukum alam.

Dan kita, manusia yang sering merasa paling sibuk di dunia, akhirnya hanya bisa berdiri dan menunggu.

Baca Juga: AC Milan Perkenalkan Jersey Ketiganya di Depan 40 Ribu Lebih Penonton di Stadion Gelora Bung Karno

Itulah pelajaran kecil dari Sikapuk pagi itu. Tidak semua yang kita tunggu harus dipaksa datang lebih cepat. Ada hal-hal yang memang membutuhkan waktu.

Kopi Setelah Matahari Terbit
Setelah matahari cukup tinggi, perut mulai mengingatkan bahwa perjalanan belum selesai.

“Ngopi?”

Pertanyaan sederhana itu langsung disetujui. Secangkir kopi panas terasa seperti hadiah.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X