SportlinkNews - Atlet pelajar Kota Depok turun ke gelanggang. Mereka akan unjuk aksi di lintasan renang Bulungan, Jakarta.
Tercatat sebanyak 52 atlet mewakili 44 sekolah di Depok ikut Kejuaraan Renang Antar Pelajar Jabodetabek Series II. Mereka akan bersaing dengan 502 atlet dari 439 Sekolah.
Event yang digelar atas kolaborasi Klub Olahraga Prestasi Renang Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan Pengprov Akuatik DKI Jakarta diharapkan berjalan konsisten.
Baca Juga: Tinggalkan Sepatu Seluncur Es, Jutta Leerdam Beralih ke Bikini
"Besarnya animo para atlet yang tampil di Kejuaraan Renang Antar Pelajar Jabodetabek 22 Agustus 2026, memberikan nuansa cukup membanggakan bagi pembibitan dan pembinaan atlet renang di Jakarta," tegas Ketua Klub Olahraga Prestasi Renang Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ericho To'an Salastino di Jakarta, kemarin.
Tampilnya 502 atlet yang datang dari 439 sekolah se-Jabodetabek katanya, memberikan warna tersendiri bagi pembinaan olahraga renang mulai usia dini.
Dengan harapan, nantinya lahir atlet renang nasional yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara dipercaturan renang internasional.
Baca Juga: Josko Gvardiol Bangga Jadi Pahlawan Kemenangan Dramatis Manchester City
Adapun 124 atlet yang mewakili 106 sekolah datang dari Jakarta Selatan. Begitu juga 111 atlet mewakili 101 sekolah dari kawasan Jakarta Timur, dan 52 atlet mewakili 44 sekolah di Depok, berikutnya 40 atlet dari 33 sekolah di Bekasi, serta 35 atlet dari 28 sekolah di Jakarta Utara, dan 32 atlet dari 30 sekolah di Jakarta Pusat.
Selanjutnya 31 atlet dari 28 sekolah di Jakarta Barat, dan 28 atlet dari 27 sekolah di Kabupaten Bogor, adapun 15 atlet datang dari 10 sekolah di Kota Tangerang Selatan, 14 atlet dari 13 sekolah Kota Bogor, 11 atlet dari 11 sekolah di Bekasi dan terakhir 9 atlet dari 9 sekolah datang dari wilayah Tangerang.
Menurutnya, Kejuaraan Renang Pelajar sebagai sebuah respons strategis atas terbatasnya wadah kompetisi antar pelajar yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Baca Juga: Atalanta 2-1 Sassuolo: Sarri Melihat Atalanta Sempat Terlalu Pasif
"Menyadari bahwa prestasi olahraga dunia tidak lahir dari proses instan, kami memandang perlu adanya ekosistem kompetisi yang mampu menjembatani transisi atlet dari tingkat pelajar menuju jenjang profesional secara terukur," katanya.
Dikatakannya, kejuaraan ini telah membuktikan diri sebagai pilar penting dalam pembinaan renang nasional. Tidak hanya sebagai ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sebagai kawah candradimuka bagi bibit-bibit atlet berbakat.
Artikel Terkait
Model Pakaian Renang Ini Sejukan Hati Bellingham Melalui Malam Karaoke
Bintang Arsenal Bermain-main di Kolam Renang Jelang Melawan Girona
Tanpa Penyerang Murni, Barcelona Pesta Gol di Elche
Potong Rambut Erling Haaland Merasa seperti Kevin dari film Home Alone
Soroti Penyelesaian Akhir, Andoni Iraola Evaluasi Efektivitas Lini Serang Liverpool
Manchester City Sepakati Transfer Ayyoub Bouaddi