Membangun Otot di Negeri Kertas, Rocky Gerung: Indonesia Kebanyakan Jargon

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:37 WIB
Buku Membangun Otot di Negeri Kertas karya Sadik Algadri sebuah refleksi kritis tentang perjalanan olahraga Indonesia.
Buku Membangun Otot di Negeri Kertas karya Sadik Algadri sebuah refleksi kritis tentang perjalanan olahraga Indonesia.

SportlinkNews - Indonesia punya segalanya: regulasi, anggaran, hingga panggung internasional. Tapi satu hal yang terus luput—sistem yang benar-benar bekerja.

Mengapa prestasi olahraga kita selalu datang sesaat, lalu menghilang? Mengapa kita begitu kuat merencanakan, tetapi lemah dalam menjalankan?

Sebuah refleksi kritis tentang perjalanan olahraga Indonesia— tentang bagaimana bangsa yang memiliki begitu banyak talenta, semangat, dan tradisi olahraga justru masih harus berjuang membangun fondasi yang kokoh.

Baca Juga: ASEAN Championship 2026: Tertinggal 0-2, Malaysia Ingin Ulangi Keajaiban 2014 di Leg 2 Semifinal

Buku Membangun Otot di Negeri Kertas karya Sadik Algadri memberi jawaban. Buku yang diterbitkan oleh CV Hambali Swadaya Putra dan percetakan Pustaka Al-Kautsar ini rencananya akan launching pada 5 September 2026.

'Negeri Kertas' menjadi metafora bagi sebuah ekosistem olahraga yang sering kali kuat dalam dokumen, rencana, slogan, dan seremoni, tetapi belum selalu kuat dalam praktik.

Di tengah tumpukan regulasi, program, target prestasi, dan janji pembinaan, buku ini mengajak pembaca melihat persoalan olahraga dari sisi yang lebih mendasar: bagaimana membangun otot olahraga Indonesia agar benar-benar kuat, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi.

Baca Juga: Klutch Athletics Hadirkan Warna Twilight pada New Balance AC Runner

Sadik Algadri tidak hanya berbicara tentang atlet dan pertandingan. Mantan pejudo nasional ini membawa pembaca menelusuri berbagai persoalan yang membentuk wajah olahraga nasional: pembinaan usia dini, kualitas pelatih, kompetisi, tata kelola organisasi, kesejahteraan atlet, sport science, pendidikan, hingga hubungan antara olahraga, industri, media, dan pembangunan bangsa.

Dari tata kelola yang tumpang tindih, politik anggaran yang berorientasi event, hingga kebijakan besar yang tersendat di implementasi—semuanya diurai dengan tajam, jujur, dan berbasis data.

Dalam bukunya, Sadik Algadri yang berkecimpung di dunia olahraga sejak tahun 1970-an juga membongkar satu realitas yang jarang diakui: olahraga Indonesia terlalu lama dibangun di atas 'kertas', bukan 'otot'.

Baca Juga: Evolusi dan Dampak Sport Science pada Performa Atletik

Rocky Gerung, akademikus, filsuf dan intelektual publik Indonesia dalam Kata Pengantarnya mengatakan buku Membangun Otot di Negeri Kertas ini lahir bukan dari menara gading akademis yang steril, melainkan dari kedalaman kegelisahan eksistensial dan ontologis terhadap paradoks olahraga Indonesia.

Kita mendapati diri kita berada dalam lanskap kebangsaan yang sangat gemar menuliskan kemajuan di atas dokumen formal, namun gagap dalam mengejawantahkannya di realitas lapangan.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Titan Run 2026 Ukir Rekor MURI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:44 WIB
X