Demi Menjunjung Tinggi Sportivitas KONI Pusat Lakukan Sosialisasi dan Edukasi Anti Doping di Maluku

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Rabu, 30 Oktober 2024 | 14:01 WIB
Sosialisasi anti doping di Maluku oleh KONI Pusat. (KONI)
Sosialisasi anti doping di Maluku oleh KONI Pusat. (KONI)

“Sebelumnya tidak tahu tiba-tiba, ketika diperiksa ada zat yang mengandung doping berarti harus keluar dari pemusatan latihan,” lanjutnya.

Masyarakat olahraga harus menjunjung tinggi sportivitas salah satunya adalah dengan tidak menggunakan doping pada saat bertanding.

“Prestasi hanya dapat dibentuk dengan latihan secara berkesinambungan dan didukung dengan sport science."

Baca Juga: Erik ten Hag Resmi Dipecat: Ambisi Redam Klopp dan Guardiola Berakhir Tragis di Manchester United

"Prestasi tidak mungkin didapatkan secara tiba-tiba, tentu harus melalui proses pembinaan yang terencana, terukur dan berkesinambungan,” tegas Rochmulyati yang merupakan Ketua Bidang Kesehatan Olahraga KONI Pusat.

Sekretaris Umum KONI Maluku Roy J Mongie juga turut mengapresiasi kegiatan ini, ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk seluruh insan olahraga di Maluku.

“Ini menjadi yang pertama kali kegiatan ini digelar di Maluku, sosialisasi ini sangat penting."

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Level Indonesia Sudah Naik, Semua Timnas Lolos Ajang Piala Asia

"Karena atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga, harus mengerti dan tahu obat mana saja yang aman untuk dikonsumsi dan tidak aman untuk dikonsumsi, agar ke depan dapat lebih berhati-hati,” jelas Roy.

Sekretaris Jenderal IADO Indra Bayu berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi dan edukasi ini para atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga yang berada di Maluku dapat lebih memahami aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Tentu kami dari IADO berharap dengan menggelar sosialisasi dan edukasi ini para atlet dapat menjadi atlet elit dan meraih prestasi tertinggi tanpa doping,” ujar Indra.

Baca Juga: Persis Solo Kalahkan Borneo FC Tapi Dijegal Bali United di Liga 1 Pekan ke-9

KONI Pusat sendiri sudah melakukan sosialisasi dan edukasi anti doping di beberapa provinsi.

“Saat ini sudah melakukan 25 provinsi, akan dilanjut tahun depan targetnya semua provinsi harus sudah menerima sosialisasi dan edukasi,” kata Rochmulyati.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: KONI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X