Juga Pekan Olahraga Indoor (Indonesia Indoor Games), dan PON Remaja (Indonesia Youth Games) yang diselenggarakan di kabupaten/kota setiap 2 tahun.
Nantinya PON akan ditingkatkan kualitasnya, dan cabang olahraga yang dipertandingkan semakin fokus dengan sasaran Indonesia di kancah dunia.
“Pada PON XXII/2028 di NTB dan NTT, nanti kita mulai mengarah cabang olahraga yang dipertandingkan adalah cabang olahraga Olimpiade. Jadi nanti jumlahnya tidak banyak di PON,” terang Marciano.
Baca Juga: MotoGP Malaysia: Diwarnai Red Flag, Francesco Bagnaia Taklukkan Jorge Martin di Sirkuit Sepang
Untuk cabor yang tidak masuk PON akan diwadahi pada multievent yang disebutkan tadi.
KONI juga mendorong tata kelola organisasi anggotanya, mulai dari Provinsi hingga Kabupaten/Kota. Termasuk juga dengan induk cabang olahraga yang menaungi pengurus provinsi sampai kabupaten/kota.
Dengan tata kelola organisasi yang baik, program pembinaan juga semakin produktif menghasilkan atlet berkualitas.
Baca Juga: Rapor Pemain Monza Vs Milan: Reijnders dan Maldini yang Menonjol
Apabila atlet di tingkat kabupaten/kota sudah baik, maka yang dipertandingkan di tingkat provinsi serta menjadi juara merupakan atlet yang betul-betul terbaik.
“KONI fokus untuk lebih menata kembali kejuaraan-kejuaraan di tingkat provinsi, di tingkat kabupaten/kota supaya pada tingkat nasionalnya di PON, itu lahir juara-juara yang standarnya internasional."
"Jangan dia juara nasional tapi standarnya jauh dari yang kita harapkan,” ujar Marciano. Marviano juga mengingatkan agar daerah dapat membina cabang olahraga unggulan.
Artikel Terkait
Yayasan Atletico de Madrid dan Palang Merah Galang Bantuan Bagi Korban Banjir di Valencia
Seri Terakhir Aquabike World Championship 2024 Siap Digelar di Danau Toba
Real Madrid Sumbang Satu Juta Euro untuk Membantu Korban Badai Dana
Barcelona vs Espanyol, El Derbi de Barcelona yang Telah Dimainkan Sejak Tahun 1900