Menurut Marciano, masalah mutasi, wasit/juri, jumlah cabor, manajemen penyelenggaraan, regulasi, dan kesiapaan pendanaan APBN maupun APBD, serta dukungan sponsor menjadi hal pokok yang menjadi pembahasan.
Terkait cabor yang dipertandingkan, Marciano dan Suwarno menekankan harus berorientasi olimpiade.
Tetapi cabor di luar olimpiade usulan dari tuan rumah juga akan dipertimbangkan, asalkan tuan rumah mampu dalam segi penganggaran.
Baca Juga: Menpora Buka Kejurnas Merpati Putih Piala Pangkostrad, Berharap akan Muncul Pesilat Tangguh
Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi menegaskan bahwa NTB dan NTT berkomitmen menjadi tuan rumah PON XXII dengan kualitas dan profesional.
NTB telah memiliki pengalaman menggelar event nasional maupun internasional.
KONI NTB terus melakukan persiapan dan intens berkoordinasi dengan Pemprov NTB, gubernur, bupati/walikota yang juga bersemangat jadi tuan rumah.
Dalam kesempatan itu Mori Hanafi yang kini sebagai anggota DPR RI meminta agar SK Kemenpora segera diterbitkan sebagai dasar hukum perencanaan dan penyiapan anggaran daerah dan kelancaran dalam persiapan.
Baca Juga: China Masters 2024: Jonatan Christie Melaju ke Semifinal Usai Taklukan Pemain China
Mori juga meminta KONI Pusat segera menetapkan cabor-cabor dengan melihat tujuan utama PON sebagai ajang pemersatu bangsa.
Termasuk kondisi kebutuhan di NTB dan NTT yang juga menginginkan PON bermanfaat luas untuk percepatan kemajuan daerah.
”Kami terus intens berkomunikasi dengan KONI Pusat, Pemerintah dan mitra terkait,” tandasnya.
Artikel Terkait
Lewis Hamilton Mendekati Pintu Keluar dari Mercedes setelah Kecewa di GP Brasil
Milan Vs Juventus: Pierre Kalulu Akan Buktikan Pembuangan Dirinya Salah
Air Jordan 3 Black Cement Akan Menjadi Super GR
PSM Makassar Perbaiki Rekor Bermain di Padang, Sejak 2015 Belum Pernah Dapat Poin
Erick Thohir Optimistis Timnas Indonesia Raih 12 Poin di Kualifikasi Piala Dunia 2026