“Pelatih sangat penting buat kami. Tanpa pelatih tentu seorang atlet tak bisa menuai prestasi,” terang Wulan.
Asisten pelatih Wulan yang memimpin latihan di kompleks Stadion Kadrie Oening, bernama Sri Norma Yunita atau Eno juga memberikan komentar.
“Alhamdulillah selama ini kami selalu disupport oleh KONI Kaltim,” pungkas Eno.
Meski menghadapi keterbatasan KONI Kalimantan Timur saat ini, Eno dan para atlet tetap berlatih maksimal. Tim Hoki Kalimantan Timur bahkan harus patungan untuk membeli minuman saat berlatih. Sanksi keterlambatan pada sesi latihan akan didenda guna membeli minuman bagi tim.
Baca Juga: Duduk di Depan Laptop Seharian, Ini 5 Latihan Terbaik untuk Meredkan Sendi Kaku
Tak hanya itu, mereka juga memotong rumput di venue peninggalan PON XVII/2008 di Kalimantan Timur.
Eno yang juga salah satu pemain Hoki peraih medali emas PON XXI, menerangkan bahwa rumput tumbuh tinggi dalam waktu kurang satu minggu, sedangkan sekali memotong rumput, dibutuhkan dana sekitar Rp 1 juta.
Eno yang merupakan atlet SEA Games 2015 di Singapura dan asisten pelatih Timnas Hoki Putri sejak Asian Games 2018 hingga saat ini, menyampaikan harapannya.
“Saya berharap khususnya Hoki Kaltim dapat dibangunkan sarpras karena kami telah meraih medali emas, dan masuk salah satu dari 10 cabor andalan. Tapi saat ini juga belum dilirik oleh pemerintah terkait dengan lapangan,” katanya.
Baca Juga: 4 Cara Membentuk Tubuh Ramping di Rumah Tanpa Biaya
“Kami berharap untuk harapan ke depannya, mudah-mudahan pemerintah setempat bisa membuatkan kami lapangan untuk prestasi ke depan,” lanjut Eno.
Pengurus cabang olahraga juga memberikan tanggapan. Sekum Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Haidar Fathoni mengapresiasi kehadiran KONI.
“Alhamdulillah peran KONI sampai saat ini membantu sangat luar biasa. Khususnya panahan dari pembiayaan organisasi, kejuaraan dan kegiatan lainnya, selalu mengusulkan ke KONI dan disupport dengan baik,” terangnya.
Curhat para atlet itu ditanggap Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Mantan kepala BIN itu sangat menghargai keringat para patriot olahraga.
“Kami ini pelayan anggota KONI Pusat, mulai KONI Provinsi (hingga kabupaten/kota) hingga induk cabang olahraga dan organisasi fungsional, saya wajib mendengarkan masukan saudara-saudara!,” tegas Marciano.