SportlinkNews - Respon dari peserta Rakernas KONI 2025 atas ketidakhadiran Menpora Dito Ariotedjo pada saat pembukaan rakernas, Jumat, 5 September 2025 cukup membuat pihak Kemenpora tidak berdaya.
Utusan Menpora yang diwakilkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Raden Isnanta mendapat sambutan sinis dari peserta rakernas.
Ratusan peserta rakernas yang hadir tampak kecewa dengan ketidakhadiran Menpora Dito. Kekecewaan itu ditumpahkan saat Raden Isnanta memberi sambutan.
Baca Juga: LaLiga dan Kepolisian Argentina Bongkar Jaringan Pembajakan Global di Buenos Aires
Suasana di JICC kontan riuh. Tanpa dikomando para peserta meneriakan huuuh .... Raden Isnanta pun merasa tak nyaman dan langsung turun dari podium.
"Jika kehadiran saya mewakili Menpora tak diinginkan saudara-saudara, saya tidak akan berlama-lama berdiri diri. Terima kasih," kata Raden Isnanta.
Menanggapi peristiwa tersebut, akhirnya Menpora Dito Ariotedjo pun mendatangi Rakernas KONI, Sabtu, 6 September 2025.
Baca Juga: Newcastle United Tunjuk Jebolan New York Knicks sebagai CEO baru
Menpora Dito mempersilahkan beberapa perwakilan KONI baik pusat maupun daerah, serta pengurus cabang olahraga untuk bertatap muka dan membicarakan soal Permenpora No.14/2024 yang kontroversi.
Hingga berita ini ditulis, masih berlangsung pertemuan Menpora dengan perwakilan KONI dan cabang olah raga.
Persoalan Permenpora No.14/2024 ini memang menjadi perdebatan hangat di kalangan dunia olahraga Indonesia. Pasalnya, Permenpora yang akan diberlakukan pada Oktober 2025 itu bertentangan dengan semangat olahraga dan Olympic Charter.
Baca Juga: Prancis Jegal Ukraina, Gol Kylian Mbappe Samai Rekor Thierry Henry
Pada sisi lain, meski belum diberlakukan secara nasional, namun dalam praktiknya, banyak Dispora di beberapa daerah yang sudah memberlakukan Permenpora tersebut.
Alhasil, dana pembinaan untuk KONI tidak bisa digelontorkan sehingga ada beberapa KONI yang terancam kehilangan sekretariatnya lantaran tidka bisa membayar sewa gedung.