SportlinkNews - Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyebut konsep pelatnas mandiri yang mulai diterapkan sejumlah cabang olahraga menjadi role model baru dalam sistem pembinaan atlet nasional.
Menurutnya, meski bersifat mandiri, pelaksanaan pelatnas tetap berada di bawah koordinasi pengurus besar cabang olahraga masing-masing agar program latihan berjalan terarah dan sesuai standar nasional.
"Misalnya voli, yang putra dan voli pasir sudah kami pelatnaskan, sedangkan yang putri mandiri agar tetap bisa diberangkatkan. Hoki juga begitu, untuk indoor kami tangani penuh, sementara outdoor ada yang mandiri," jelas Surono di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 November 2025.
Baca Juga: Cedera Jadi Alasan Shayne Pattynama Absen Tiga Laga Bersama Buriram United
Ia menegaskan bahwa prioritas tetap diberikan kepada cabang olahraga yang memiliki peluang medali terbesar, terutama medali emas sudah pasti akan diberangkatkan meski pelatnas mandiri.
"Tapi kami juga melakukan pembandingan, di mana mereka try outnya, lalu bagaimana persaingannya dengan negara pesaing lainnya. Baru kemudian menganalisi ada peluang medali atau tidak," kata Surono.
"Ini yang kami selalu lihat perkembangannya. Karena ada beberapa cabor beregu yang track recordnya itu belum pernah bertanding, jadi mereka harus membuktikannya dari hasil try out dulu, tidak bisa hanya mengatakan "oh ini pasti medali", harus punya data," tegasnya menambahkan.
Baca Juga: Hellen Obiri Menorehkan Sejarah dengan Sepatu Spray On On
Hal itu yang kemudian dalam pembahasan analisi peluang medali yang sedikit ada perdebatan panjang. Karena data setiap atlet harus punya profilingnya.
"Sehingga kita juga akan cek lagi profiling lawan kita nanti saat di SEA Games seperti itu. Paling hanya teknis seperti itu," imbuhnya.
Selain itu, Kemenpora juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lima aspek utama, yakni kesiapan, psikologi, teknik, fisik, dan rekam jejak atlet. Baik itu pelatnas SEA Games maupun pelatnas mandiri.
Baca Juga: Ambisi Penyerang Galatasaray Victor Osimhen di Liga Champions dan Kekagumannya pada Didier Drogba
"Tim dokter sudah melakukan evaluasi. Sejauh ini semua berjalan aman, tapi kami tetap waspada karena persiapan masih berjalan sekitar satu bulan," ujar Surono.
Ia menambahkan, pergantian atlet masih dimungkinkan jika ada yang mengalami cedera berat, dengan catatan disertai rekomendasi resmi dari tim medis.