SportlinkNews - SEA Games Thailand 2025 resmi berakhir.
Api obor yang selama dua pekan lebih menerangi persaingan olahraga Asia Tenggara dipadamkan dalam upacara penutupan di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Sabtu malam, menandai berakhirnya pesta olahraga se-Asia Tenggara itu.
Ajang edisi ke-33 tersebut tidak hanya menjadi arena perebutan medali, tetapi juga ruang perjumpaan budaya dan pembuktian kesiapan Thailand sebagai tuan rumah.
Baca Juga: BWF World Tour Finals 2025: Popov Ukir Sejarah di Final, An Se-young Lanjutkan Dominasi
Bangkok dan Chonburi menjadi pusat penyelenggaraan, dengan mayoritas pertandingan memanfaatkan fasilitas olahraga yang telah ada. Ini sejalan dengan konsep Green SEA Games dan keberlanjutan yang diusung panitia.
Bagi Indonesia, SEA Games 2025 menghadirkan catatan positif. Kontingen Merah Putih menutup kompetisi dengan raihan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu, atau total 333 medali.
Capaian ini melampaui target awal 80 emas sekaligus mengukir sejarah, karena Indonesia kembali finis di posisi kedua klasemen akhir saat tampil sebagai tim tamu, prestasi yang terakhir kali terjadi pada SEA Games 1995 di Chiang Mai.
Baca Juga: Final Ganda Putra BWF World Tour Finals 2025 Pastikan Juara Baru
Tuan rumah Thailand tampil dominan dengan mengoleksi 233 emas, 154 perak, dan 112 perunggu untuk mengunci puncak klasemen. Vietnam menyusul di peringkat ketiga berkat perolehan 87 emas, 81 perak, dan 110 perunggu.
Upacara penutupan berlangsung meriah dengan tema "The Sound of Whistle", yang memaknai peluit sebagai simbol penutup sekaligus awal perjalanan baru para atlet.
Ribuan atlet dan ofisial dari 11 negara peserta turun ke lapangan dalam parade cabang olahraga, menciptakan suasana kebersamaan di tengah perbedaan bendera dan warna seragam.
Baca Juga: Israel Adesanya Kagum pada Feint Islam Makhachev saat Kalahkan Jack Della Maddalena
Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Artthakorn Sirilatthayakorn, menyampaikan apresiasi kepada seluruh negara peserta.
Ia menekankan bahwa SEA Games bukan sekadar tentang jumlah medali, melainkan juga nilai persahabatan, sportivitas, dan persatuan Asia Tenggara.
Momen emosional terjadi saat video kilas balik perjalanan SEA Games 2025 diputar, sebelum api obor dipadamkan secara simbolis. Bunyi peluit yang ditiup serentak mengiringi prosesi tersebut, menutup rangkaian kompetisi dengan nuansa reflektif.
Baca Juga: Hasil Super League: Persebaya Tahan Imbang Borneo FC 2-2 di Gelora Bung Tomo
Estafet tuan rumah kemudian diserahkan kepada Malaysia sebagai tuan rumah 2027. Pengibaran bendera Federasi SEA Games dan bendera nasional Malaysia disambut meriah oleh seluruh delegasi.
Negeri Jiran turut memperkenalkan konsep awal SEA Games 2027 melalui pertunjukan budaya bertajuk "Rhythm in Harmony", yang menampilkan keberagaman etnis dan kekayaan seni budaya mereka.
Penutupan SEA Games 2025 diakhiri dengan perayaan "The Sound of Champions", ketika para atlet kembali memenuhi lapangan untuk merayakan kebersamaan.