lain-lain-olimpik

Hoki di Florida Kini Melejit, Ribuan Penggemar, Hingga Pendapatan Miliaran Dolar

Rabu, 14 Januari 2026 | 21:35 WIB
Tim Florida Panthers berpose dengan trofi Stanley Cup. (AP)

SportlinkNews - Florida ingin orang-orang berhenti menyebutnya sebagai pasar hoki “tidak tradisional.” Memang, negara bagian ini tidak punya salju atau setidaknya bukan salju sungguhan, tapi Florida punya alasan kuat menjadi markas hoki.

Dalam enam musim terakhir, dua tim Florida tampil lima kali di Final Stanley Cup, dengan Panthers memenangkan gelar pada 2024 dan 2025. Selain itu, olahraga ini menghasilkan miliaran dolar bagi Sunshine State melalui pariwisata olahraga, kontrak media, penjualan tiket, kemitraan perusahaan, dan hoki anak-anak.

Pada 2 Januari lalu, NHL menggelar Winter Classic di luar ruangan di loanDepot Park, Miami, kandang tim bisbol Marlins. Alih-alih salju dan angin menusuk pipi khas Winter Classic, suasananya justru dipenuhi matahari dan pasir, pohon palem asli, kursi pantai, dan patung flamingo mengelilingi arena, ribuan penggemar hadir dengan celana pendek.

Baca Juga: Langsung Diadang Hangtuah Jakarta di Laga Pembuka IBL 2026, Pelatih Bogor Hornbills Cesar Camara Sempat Harap-harap Cemas

Namun, beberapa hal tetap terasa seperti Winter Classic tradisional. Toko merchandise ramai dengan penggemar membeli poster seharga $70 (sekitar Rp1,05 juta), hoodie $130 (Rp1,95 juta), dan jersey $200 (Rp3 juta) untuk kiper Sergei Bobrovski dan Igor Shesterkin, harganya $260 (Rp3,9 juta). Festival penggemar sebelum pertandingan juga dipenuhi kerumunan, dan tiket habis terjual untuk ke-17 kalinya berturut-turut.

Kedatangan salah satu acara besar NHL ke Florida dan kurang dari sebulan kemudian, Tampa Bay akan menjadi tuan rumah NHL Stadium Series di Raymond James Stadium milik Buccaneers menjadi bukti kekuatan pasar di sana, kata Presiden Bisnis NHL Keith Wachtel kepada Front Office Sports. Acara-acara ini menegaskan bahwa selama satu dekade terakhir, terutama lima tahun terakhir, Florida telah membuktikan sebagai pasar hoki yang sama pentingnya dengan kota-kota tradisional di Amerika Utara.

Awal-awal memang ada pasang surut. Panthers sempat tampil di Final Stanley Cup 1996, dan Lightning memenangkan Cup pada 2004. Namun, di antara dua tim, terjadi periode kepemilikan tidak stabil, hasil yang tidak konsisten, pergantian pemain dan manajemen, tekanan finansial, serta pertumbuhan yang stagnan.

Baca Juga: Pemain Timnas Ramai-ramai Sambut Kehadiran Pelatih Baru John Herdman, Begini Kata Jay Idzes Cs

Budaya hoki juga hampir tidak terlihat di Florida, dan rumor relokasi kerap muncul, terutama untuk Tampa Bay.

Kedua tim menilai perubahan kepemilikan menjadi titik balik. Pada 2010, Jeff Vinik membeli Lightning; tiga tahun kemudian, Vincent Viola mengambil alih Panthers. Langkah ini membawa stabilitas, investasi, dan akhirnya kesuksesan di lapangan. Hingga kini, Vinik dan Viola menduduki peringkat pertama dan kedua dalam NHL ownership ranking 2025 versi The Athletic.

Penggemar hoki Florida pun senang. Lima tahun terakhir membuka peluang pertumbuhan, termasuk perubahan staf manajemen. Salah satu perekrutan paling menonjol adalah GM Panthers Bill Zito yang bergabung 2020.

Baca Juga: IBL 2026: Debut Jalen Jones dan Rotasi Jitu Djordje Jovicic Bikin Satria Muda Ungguli Tangerang Hawks

“Kami mengubah cara dan perspektif kami dalam menjalankan tugas, misi, dan cara bekerja,” kata Zito. COO Rob Stevenson menambahkan, Zito membawa urgensi: “Kami harus bekerja keras seperti startup untuk memaksimalkan nilai yang dibangun Bill.”

Pandemi COVID-19 juga jadi pendorong besar. Pada 2021, lebih dari 600.000 orang pindah ke Florida, banyak dari New York dan kawasan timur laut Amerika yang memang penggemar hoki. Kehadiran mereka mengubah populasi sekaligus selera masyarakat terhadap hoki.

Halaman:

Tags

Terkini