lain-lain-olimpik

Tak Tampil di Kejuaraan Asia, Tim Angkat Besi Indonesia Tetap Percaya Diri Petakan Rival

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:27 WIB
Lifter Indonesia Rizky Juniansyah. (NOC Indonesia)

SportlinkNews - Absennya Indonesia dari Kejuaraan Asia 2026 tidak berarti tim angkat besi nasional kehilangan arah dalam memetakan kekuatan persaingan.

Manajer Timnas, Pura Darmawan, menegaskan bahwa pemantauan terhadap para rival tetap dilakukan secara intensif meskipun lifter Merah Putih tidak turun berlaga di ajang tersebut.

Menurutnya, perkembangan atlet-atlet Asia terus dipantau melalui berbagai sumber. Tim pelatih memanfaatkan data resmi federasi dunia, hasil kompetisi internasional, hingga dokumentasi latihan yang beredar di platform digital.

Baca Juga: Persebaya Siapkan Skema Khusus Hadapi Jadwal Ketat Pertandingan Selama Puasa Ramadan

Dengan pendekatan itu, Indonesia tetap memiliki gambaran yang komprehensif mengenai progres para pesaing.

"Perbedaan struktur kelas ini membuat hasil Kejuaraan Asia belum sepenuhnya mencerminkan peta kekuatan menuju Olimpiade atau multievent lain yang sudah menggunakan kelas baru. Itu yang belum terlihat di Asia," ujar Pura di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menambahkan, "Monitoring tetap kami lakukan. Jadi meskipun tidak tampil, bukan berarti kami tidak mengikuti perkembangan para pesaing."

Baca Juga: Raih Kemenangan ke-10 Musim Ini, Persita Bersiap Tantang Persib Bandung

Dalam peta persaingan Asia, menurut Pura, dua negara masih menjadi barometer kekuatan, yakni China dan Korea Utara.

Keduanya dinilai konsisten melahirkan lifter dengan total angkatan tinggi dan stabil di berbagai kelas. Karena itu, analisis terhadap performa atlet dari dua negara tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi tim Indonesia.

Di sisi lain, fokus utama saat ini adalah memastikan transisi kelas baru berjalan mulus. Sejak kebijakan perubahan kelas diberlakukan pada Januari, seluruh atlet telah diarahkan ke nomor yang diproyeksikan hingga siklus Olimpiade mendatang.

Baca Juga: Dewa United Banten Tumbang di Kandang Bogor Hornbills

Proses adaptasi itu mencakup penyesuaian berat badan, komposisi latihan, hingga strategi angkatan.

Pura menegaskan, perubahan tersebut tidak bisa menghasilkan dampak instan. Namun sejauh ini, prosesnya berjalan sesuai dengan perencanaan tim pelatih.

Program disusun bertahap agar atlet tidak kehilangan performa saat berpindah kelas.

Baca Juga: Barcelona Membuat Keputusan Kontrak Mengejutkan untuk Gelandang Berusia 22 Tahun

Terkait evaluasi, pelaksanaan progress test tidak dipatok dalam interval waktu kaku. Jadwalnya fleksibel, mengikuti perkembangan masing-masing lifter serta capaian program latihan.

Dengan demikian, pengukuran performa bisa lebih akurat dan relevan terhadap kondisi terkini atlet.

Saat ini, Indonesia memiliki dua andalan utama yang terus dipoles performanya, yakni Rizki Juniansyah yang tampil di kelas 79kg serta Rahmat Erwin Abdullah yang kini naik ke kelas 88kg.

Baca Juga: Real Madrid Keluarkan Pernyataan Terkait Dugaan Pelecehan Rasial terhadap Vinicius Junior

Keduanya diharapkan tetap menjadi tulang punggung tim dalam menghadapi persaingan Asia yang semakin ketat.

Tags

Terkini