Paling sedikit usia kepala enam. Hanya 5 orang. Termasuk ketua panitia Edi Sulistyo dan wakilnya Aak Sofian, Agus Taki dan Darmono. Saya hanya melengkapi biar seperti Pandawa Lima.
Sahut sahutan pecah antara usia kepala 5 dan 6. Meski usia 60 tahun Edi mengaku berjiwa muda. Masih kencang dan bertenaga. Meski ia sesekali pasang wajah sedih.
“Keren Pandawa 5. Nggak kalah dengan yang muda," celetuk Edi.
Dari Gelap Menuju Terang
Langit masih gelap ketika kami tiba.
Gunung-gunung di kejauhan hanya berupa bayangan. Kabut bergerak perlahan. Angin dingin menyentuh wajah.
Lalu perlahan, warna langit berubah. Hitam menjadi biru tua. Biru berubah menjadi abu-abu.
Kemudian muncul semburat jingga di garis cakrawala.
“Sebentar lagi ayo siap-siap,” seru Kusnan.
Baca Juga: Herdman Belum Kunci Kiper Ketiga Timnas Indonesia, Nadeo dan Cahya Masih Bersaing
Semua mata mengarah ke timur. Dan akhirnya, cahaya itu muncul.
Pertama hanya sedikit. Kemudian semakin besar. Matahari perlahan keluar dari balik pegunungan.
Sinar keemasannya menyentuh bukit-bukit Dieng. Kabut yang semula kelabu berubah menjadi putih keemasan. Lembah yang sebelumnya gelap mulai terlihat.
Seketika, rasa dingin seperti terlupakan. Semua sibuk mengambil gambar.
Baca Juga: Tambah Amunisi Lini Belakang, Persib Bandung Rekrut Danijel Loncar
Ada momen yang rasanya sayang dilewatkan. Harus diabadikan dari berbagai sudut.
Saya ingin mengingatnya secara langsung. Warna langitnya. Dinginnya udara. Kabut yang bergerak.