SportlinkNews - Luciano Spalletti menguraikan hal-hal yang ‘tentu perlu ditingkatkan’ Juventus. Ia mengakui timnya kurang berkualitas dalam hasil imbang 0-0 dengan Torino.
Bianconeri tampaknya telah kehilangan momentum sejak pemecatan Igor Tudor. Setelah kemenangan atas Udinese di bawah asuhan manajer sementara Massimo Brambilla dan Cremonese pada debut Spalletti, Juventus ditahan imbang dua kali berturut-turut.
Sporting CP meraih hasil imbang 1-1 di Liga Champions di Allianz Juventus Stadium pada pertengahan pekan dan Torino membuat mereka frustrasi dengan hasil imbang 0-0 dalam Derby della Mole hari ini.
Baca Juga: Sassuolo 1-2 Genoa: Kejutan di Stadion Mapei, Bek Timnas Jay Idzes Kecolongan
Spalletti mengidentifikasi masalah Juventus
“Ketika lini tengah padat, Anda harus meningkatkan kualitas, dan menerima umpan-umpan normal lebih cepat agar lebih efektif,” ujar Spalletti kepada DAZN Italia.
"Jika Anda mengoper bola sejauh dua meter ke depan, alih-alih menyamping atau ke belakang, itu akan mencegah lawan mengambil posisi. Di sinilah kami tentu perlu meningkatkan kemampuan. Kami tidak mampu menciptakan pergerakan dengan kualitas yang kami tahu dimiliki tim ini.
"Ada juga sedikit kelelahan setelah Liga Champions pertengahan pekan, tetapi saya tetap senang tim telah berjuang keras sepanjang pertandingan."
Baca Juga: Muhammad Husni Raih Tiga Emas, Angkat Besi Persembahkan Emas Perdana untuk Indonesia di ISG 2025
Penjaga gawang menjadi penentu malam ini untuk hasil 0-0, karena Michele Di Gregorio dan Alberto Paleari harus melakukan penyelamatan gemilang.
"Kami membiarkan beberapa serangan balik, tapi penyelamatan gemilang Di Gregorio adalah pantulan ganda, jadi peluang itu tercipta karena sedikit keberuntungan," kata Spalletti.
"Kami melakukan apa yang perlu kami lakukan dan berhasil menekan Torino sepanjang pertandingan,” Spalletti menegaskan.
Edon Zhegrova tampil mengesankan saat masuk dari bangku cadangan dan melepaskan serangkaian umpan silang, tapi pada tahap inilah Dusan Vlahovic ditarik keluar. Bukankah seharusnya pemain Serbia itu tetap bermain?
Baca Juga: Irlandia Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia U-17, Paraguay Bangkit Jaga Peluang
“Jonathan David sangat bagus di dalam kotak penalti. Dia bisa bersuara di sana, meskipun fisiknya tidak sekuat itu. Vlahovic sempat merasakan sakit di punggungnya, dia menunjukkan keberanian untuk membantu kami dan berjuang keras, tetapi benar-benar kelelahan saat ditarik keluar,” jelas Spalletti.
Artikel Terkait
Lazio 2-0 Cagliari: Biancocelesti Berjuang Meraih Tiga Poin Melawan Tim Sardinia yang Gigih
Timnas U-17 Indonesia Terpuruk, Nova Arianto Dikritik Soal Strategi Menyerang
Hasil Super League: Brace Eksel Runtukahu Bawa Persija Taklukkan Arema FC
Nicolo Bulega Jalani Debut MotoGP di Portimao, Bagnaia Puji Performanya
Cam Thomas Absen 3-4 Minggu, Brooklyn Nets Kehilangan Mesin Poin Utama di Awal Musim NBA Cup 2025/2026
Parma 2-2 Milan: Carlos Cuesta Ungkap Semangat Juang