nutrisi

Tanpa Karbohidrat Cukup, Performa Atlet Saat Puasa Terancam Turun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 00:05 WIB
Aktivitas Olahraga saat bulan puasa butuh strategi nutrisi. Di mana karbohidrat jadi menjadi sumber energi. (EIGER)

SportlinkNews - Menjaga performa latihan selama Ramadan membutuhkan strategi nutrisi yang tepat, terutama dalam pemenuhan karbohidrat sebagai sumber energi utama tubuh.

Bagi atlet maupun individu aktif, asupan karbohidrat memegang peranan vital agar stamina tetap terjaga meski berpuasa belasan jam.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Risky Dwi Rahayu, menegaskan bahwa karbohidrat seharusnya tidak dihindari saat puasa.

Baca Juga: Angel Reese 1 “Green Gala” Resmi Meluncur, Terinspirasi Met Gala 2024

Justru, sekitar 60-70 persen kebutuhan kalori harian atlet idealnya berasal dari zat gizi ini. Fungsinya bukan hanya sebagai bahan bakar utama, tetapi juga untuk mempertahankan cadangan glikogen di otot.

"Ketika cadangan glikogen menurun drastis dan tidak diimbangi asupan yang cukup, tubuh bisa mengambil protein sebagai sumber energi. Ini yang berisiko menyebabkan massa otot menyusut," ujarnya.

Karena itu, pengaturan waktu dan jenis karbohidrat menjadi kunci. Saat sahur, atlet dianjurkan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal.

Baca Juga: Erick Thohir Diserang Isu Aduan ke FIFA, Tegaskan Tuduhan Tak Benar

Jenis ini dicerna lebih lambat sehingga pelepasan energi berlangsung bertahap dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

Sebaliknya, ketika berbuka, tubuh membutuhkan energi yang cepat terserap.

Karbohidrat sederhana seperti buah, kurma, atau susu dapat membantu memulihkan tenaga dengan segera sebelum dilanjutkan dengan makanan utama yang lebih lengkap.

Baca Juga: PON 2028 Tanpa Venue Baru, Pemerintah Siapkan Skema Tuan Rumah Pendukung

Kombinasi dengan protein juga penting untuk mempercepat pemulihan otot setelah latihan.

Risky menjelaskan, strategi ini bertujuan untuk menunda kelelahan, menjaga massa otot, serta mengoptimalkan kualitas latihan selama Ramadan. Tanpa perencanaan yang tepat, atlet berisiko mengalami penurunan performa akibat kekurangan energi.

Meski karbohidrat menjadi fokus utama, keseimbangan nutrisi tetap harus diperhatikan. Asupan protein, serat dari sayur dan buah, serta cairan yang cukup turut mendukung metabolisme dan membantu rasa kenyang lebih lama.

Baca Juga: MotoGP 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Lengkapnya

Dengan pola makan yang terencana, karbohidrat kompleks saat sahur dan pemulihan cepat saat berbuka, atlet pun tetap dapat menjalani program latihan tanpa kehilangan daya tahan selama menjalankan ibadah puasa.

Tags

Terkini

Berjalan Kaki Bisa Menyebabkan Gula Darah Naik?

Sabtu, 8 Februari 2025 | 13:09 WIB