SportlinkNews - Ramadan membawa perubahan besar pada aktivitas harian, termasuk pola tidur dan istirahat.
Bangun untuk sahur, salat tarawih, dan aktivitas latihan harian yang tetap padat sering membuat jam tidur bergeser dan kualitas istirahat menurun.
Agar tubuh tetap bugar dan puasa berjalan optimal, mengatur jadwal tidur menjadi kunci penting. Berikut strategi yang bisa diterapkan selama bulan suci.
Baca Juga: MotoGP Bakal Terapkan Aturan Standar Gaji Minimum Pembalap Kelas Utama
1. Tidur Lebih Awal untuk Stabilitas Ritme Tubuh
Salah satu cara paling efektif menjaga kualitas tidur adalah menggeser waktu tidur lebih awal, idealnya pukul 21.00-22.00.
Dengan tidur lebih awal, tubuh berpeluang mendapatkan durasi tidur yang cukup sebelum sahur.
Secara ilmiah, hal ini membantu menjaga ritme sirkadian atau jam biologis tubuh, yang penting untuk fokus, konsentrasi, dan daya tahan tubuh selama puasa.
Baca Juga: Manchester United Keruk Untung setelah Pemutusan Hubungan Kerja Bruto
2. Manfaatkan Tidur Siang
Tidur siang singkat atau power nap terbukti dapat memulihkan energi tanpa mengganggu tidur malam.
Durasi 15-30 menit cukup untuk meningkatkan kewaspadaan, suasana hati, dan konsentrasi.
Ini menjadi strategi penting, terutama ketika tidur malam terbagi karena sahur atau aktivitas ibadah.
Baca Juga: Souza: Tak Bisa Kontrol Persib, Persija Fokus Raih Poin Demi Poin
3. Hindari Tidur Berlebihan
Meskipun tidur penting, terlalu lama, terutama pada siang hari, justru bisa membuat tubuh lesu, pusing, dan sulit berkonsentrasi.
Oversleep dapat mengganggu ritme tidur malam, sehingga aktivitas puasa dan ibadah tidak maksimal. Kunci utamanya adalah tidur seimbang, tetap aktif di siang hari, dan terpapar cahaya alami untuk menjaga jam biologis tetap stabil.
Baca Juga: Gagal Kudeta Asia, Timnas eBasket Evaluasi Total Usai eFIBA
4. Konsisten dengan Jam Tidur dan Bangun
Menjaga konsistensi waktu tidur dan bangun setiap hari membantu tubuh beradaptasi dengan jadwal Ramadan.
Tidur dan bangun pada jam yang relatif sama, termasuk akhir pekan, membuat ritme sirkadian stabil, mengurangi rasa lelah, dan meningkatkan kualitas tidur, meski durasinya terbagi antara malam dan setelah sahur.
Dengan menerapkan tips ini, puasa tetap bisa dijalani dengan energi optimal, tubuh bugar, dan fokus menjalani aktivitas sehari-hari maupun ibadah.
Baca Juga: Kalulu Mematikan Telepon di Tengah Kontroversi Bastoni, Juventus Tidak Mencari Alasan