SportlinkNews - Seorang atlet harus memiliki manajemen tidur yang baik. Mengingat tidur adalah fondasi utama untuk performa, pemulihan, dan kesehatan jangka panjang.
Menurut para ahli, tidur dan olahraga sejatinya bukan dua hal yang bisa dipertentangkan. Keduanya ibarat air dan makanan bagi tubuh—saling melengkapi dan sama-sama vital.
"Tidur dan olahraga adalah kebutuhan dasar tubuh, dan keduanya sulit dipisahkan," ujar profesor pengobatan fisik dari Mayo Clinic, Edward Laskowski.
Cheri Mah, peneliti tidur dari Stanford University dan UCSF, sebagai fondasi dasar bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Kurang tidur dapat berdampak pada imunitas, suasana hati, energi, dan bahkan nafsu makan.
Baca Juga: Merab Dvalishvili Kalahkan Sean O'Malley Lagi, Kini Incar Cory Sandhagen
dr. Riane Anggraini dari Academy of Sleep Wake Science INA mengatakan bila seorang dewasa harus tidur selama 7-9 jam per malam, maka seorang atlet membutuhkan lebih dari itu.
"Seorang bintang sepak Bola seperti Christiano Ronaldo saja membutuhkan tidur 10 - 12 jam sehari," katanya mencontohkan.
Lalu seberapa penting manajemen tidur bagi atlet? Jawabannya, sangat penting karena:
1. Untuk pemulihan fisik yang optimal.
Selama tidur, tubuh memperbaiki jaringan otot, memproduksi hormon pertumbuhan (GH), dan mempercepat pemulihan cedera ringan.
Namun, bila kurang tidur sama saja dengan memperlambat pemulihan, sehingga berisiko overtraining dan cedera meningkat.
Baca Juga: Adidas Samba JP Tampilkan Sensasi Sepatu Sepak Bola Bergaya Retro
2. Sebagai fungsi kognitif dan fokus
Tidur membantu memori, konsentrasi, dan pengambilan keputusan. Itu semua sangat penting dalam situasi kompetitif.
Atlet yang kurang tidur lebih rentan terhadap kesalahan taktis, kehilangan fokus, dan reaksi lambat.
3. Untuk keseimbangan hormon dan mood
Tidur mengatur hormon seperti kortisol (stres), testosteron, dan leptin/ghrelin (nafsu makan).
Baca Juga: Bintang Toprak Razgatlioglu Bersinar Terang di Race 2 WorldSBK Emilia-Romagna di Sirkuit Misano
Tanpa tidur cukup, atlet bisa merasa lebih cemas, mudah marah, atau mengalami fluktuasi mood, yang berdampak pada latihan dan kompetisi.
4. Performa Fisik Maksimal
Studi menunjukkan bahwa atlet yang cukup tidur memiliki daya tahan lebih tinggi, kecepatan reaksi lebih cepat, dan akurasi lebih baik.
Penelitian pada pemain basket menunjukkan bahwa menambah waktu tidur dapat meningkatkan akurasi tembakan hingga 9 persen.
Baca Juga: PSSI Bangun Sistem Scouting Nasional, Target Rampung dalam 3 Bulan
5. Kesehatan imun dan cegah cedera
Tidur cukup memperkuat sistem kekebalan tubuh, mencegah sakit, dan mengurangi kemungkinan cedera. Namun, kurang tidur selama beberapa hari dapat meningkatkan risiko sakit dan inflamasi otot.
6. Sebagai stabilitas performa jangka panjang
Manajemen tidur yang konsisten membantu menjaga ritme biologis (circadian rhythm), sehingga performa atlet lebih stabil dari hari ke hari, termasuk selama turnamen panjang atau jadwal padat.
Artikel Terkait
Ilmu Pengetahuan tentang Tidur Menentukan Performa Atlet
Bahaya Cahaya Layar HP bagi Kualitas Tidur, Ini Penjelasannya
Mouth Tape: Tren Baru untuk Kesehatan Tidur, Apa Manfaatnya?
Awas Hati-hati, Durasi Tidur dan Kesehatan Berhubungan dengan Risiko Kematian
Peran Tidur dalam Performa dan Pemulihan Atletik: Mengungkap Pentingnya Istirahat