SportlinkNews - Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan seseorang yang mencakup kondisi psikologis, emosional, dan sosial.
Kondisi ini memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika kesehatan mental terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup dan memengaruhi kesehatan fisik.
Baca Juga: Gol Injury Time Marusic Hancurkan Harapan Sassuolo, Lazio Menang 2-1
Seseorang dengan kondisi mental yang baik umumnya mampu menghadapi tekanan hidup dengan lebih tenang, mengambil keputusan secara jernih, serta menjalin hubungan sosial yang sehat.
Karena itu, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan merawat kesehatan fisik.
Kesadaran menjaga kesehatan mental diperlukan oleh semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Baca Juga: Persaingan Zona Degradasi Super League 2025-26 Kian Memanas
Mental yang stabil membantu seseorang berpikir positif, memanfaatkan potensi diri, dan menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih baik.
Selain berpengaruh pada kondisi psikologis, kesehatan mental juga berkaitan erat dengan kesehatan fisik.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mental yang sehat dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan stroke.
Baca Juga: Ikrar Baru Marc Marquez, Mengejar Kepuasan Bukan Sekadar Juara
Namun, kondisi mental seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari faktor genetik, pengalaman traumatis, kekerasan fisik atau seksual, gaya hidup tidak sehat, hingga cedera otak.
Situasi sosial yang menekan, seperti pandemi, juga dapat meningkatkan risiko gangguan mental.
Secara umum, gangguan kesehatan mental terbagi menjadi dua kelompok, yaitu psikotik dan nonpsikotik.
Baca Juga: Tanpa Gelar di All England 2026, PBSI Soroti Perkembangan Pemain Muda
Gangguan psikotik membuat penderitanya sulit membedakan kenyataan dan imajinasi, sehingga dapat mengalami halusinasi atau delusi. Contohnya adalah skizofrenia, gangguan delusi, serta bipolar atau depresi berat dengan gejala psikotik.
Sementara itu, gangguan nonpsikotik biasanya berkaitan dengan gangguan emosi atau pola pikir tanpa kehilangan kontak dengan realitas.
Beberapa contohnya adalah depresi, gangguan kecemasan, fobia, serangan panik, dan obsessive-compulsive disorder (OCD).
Baca Juga: Rahasia Tetap Bugar Tanpa Perlu Latihan Berjam-jam
Untuk menjaga kesehatan mental, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan. Di antaranya menghargai diri sendiri, mengelola stres dengan cara yang sehat, serta membiasakan diri melihat sisi positif dari suatu masalah.
Pola hidup sehat juga berperan penting, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan cukup beristirahat.
Selain itu, menjaga hubungan sosial yang baik serta melakukan aktivitas yang disukai dapat membantu menjaga keseimbangan emosi.
Baca Juga: Hasil Super League: Debut Manis Imran Nahumarury, Semen Padang Bekuk PSBS