SportlinkNews - Upaya menjadikan olahraga sebagai motor penggerak pariwisata nasional semakin diperkuat.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menitikberatkan pada pengembangan sport tourism.
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Menpora RI Erick Thohir dan Menpar Widiyanti Putri Wardhana di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.
Baca Juga: Daniel Marthin dan Ester Nurumi Pulih dari Cedera, PBSI Pilih Pendekatan Hati-hati untuk Comeback
Kerja sama ini mencakup sinergi program di bidang kepemudaan, keolahragaan, hingga kepariwisataan, dengan tujuan memperkuat dampak ekonomi dan sosial di berbagai daerah.
Menpora Erick menegaskan bahwa transformasi sektor olahraga tidak dapat berjalan sendiri tanpa kolaborasi lintas kementerian.
Menurutnya, sinergi dengan Kemenpar menjadi langkah konkret untuk memaksimalkan potensi olahraga sebagai daya tarik wisata.
Baca Juga: Terobosan Perwasitan Super League: Wasit Jepang Yudai Yamamoto Dikontrak Penuh Waktu
"Transformasi Kemenpora hanya bisa berhasil jika dilakukan secara kolaboratif. Sinergi dengan Kemenpar kami dorong agar olahraga benar-benar memberi kontribusi nyata bagi pengembangan sport tourism," ujarnya.
Erick menambahkan, kegiatan olahraga memiliki efek berantai yang luas terhadap perekonomian, khususnya dalam menggerakkan UMKM dan sektor pendukung di daerah.
Oleh karena itu, perencanaan program harus disusun secara efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: Rivalitas Lama Berlanjut, Bhayangkara Presisi dan LavAni Bidik Proliga 2026
Ia kemudian mencontohkan berbagai program yang dapat dikolaborasikan, mulai dari Youth Camp, pendidikan kepemimpinan, kewirausahaan, hingga pertukaran pemuda.
Selain itu, event olahraga berbasis pariwisata seperti maraton, surfing, dan voli pantai dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terpadu.
"Kegiatan sport tourism tidak hanya soal event, tapi juga fasilitas pendukung dan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ini yang ingin kita perkuat bersama," jelas mantan Menteri BUMN tersebut.
Baca Juga: Antonio Conte: Supercoppa Lebih Penting Sekarang Saat Napoli Menghadapi Bologna
Sementara itu, Menpar Widiyanti menyambut positif kerja sama tersebut.
Ia menilai pariwisata merupakan salah satu sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga perlu ditopang dengan inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
"Kami meyakini sinergi antara Kemenpora dan Kemenpar akan memperkuat pengembangan sport tourism dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan," kata Widiyanti.
Baca Juga: Melanggar Prosedur dan AD/ART, Muskab Taekwondo Indonesia Kebumen Diminta Diulang
Melalui MoU ini, kedua kementerian berharap olahraga tidak hanya berperan dalam pembinaan prestasi dan kepemudaan, tetapi juga menjadi instrumen penggerak pariwisata dan ekonomi berkelanjutan di berbagai destinasi Indonesia.
Artikel Terkait
Hadir di PON 2024, Drum Band Berpotensi Jadi Ikon Sport Tourism Olahraga Indonesia
Stadion Gelora Bandung Lautan Api Bakal Disulap Jadi Destinasi Sport Tourism Dunia
Resmi Ditutup, Bayan Championship II/2025 Berdampak Positif Terhadap Sport Tourism
Buka Turnamen Gateball Internasional Ketum KONI Pusat Dorong Digelarnya Sport Tourism
Sport Tourism Melejit Global, Menpora: Indonesia Harus Berani Bersaing