Kemenpora Cari Figur Kunci Penggerak Industri Olahraga Nasional

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 3 Februari 2026 | 00:16 WIB
Sesmenpora dan tiga panelis sedang menjelaskan alur timeline melalui rangkaian air.  (KEMENPORA)
Sesmenpora dan tiga panelis sedang menjelaskan alur timeline melalui rangkaian air. (KEMENPORA)

SportlinkNews - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. 

Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam menjadikan industri olahraga sebagai salah satu pilar utama pembangunan olahraga nasional di tahun ini.

Panitia seleksi (Pansel) menegaskan bahwa figur yang dicari bukan sekadar pejabat administratif, melainkan sosok visioner yang mampu mendorong industri olahraga tumbuh secara berkelanjutan dan kompetitif.

Baca Juga: IBL Tegaskan Komitmen Lawan Match Fixing melalui Integrity Camp

Anggota Pansel, Rabin Indrajad Hattari, menyebut seleksi dilakukan secara terbuka dengan ruang yang luas bagi kandidat terbaik, baik dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) maupun profesional.

"Yang kami cari adalah figur yang bisa membawa industri olahraga Indonesia berkembang ke depan. Bukan hanya tumbuh sesaat, tapi memiliki fondasi keberlanjutan," ujar Rabin saat jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Menpora Erick Thohir sejak awal menempatkan industri olahraga sebagai elemen strategis dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional.

Baca Juga: Tim Bulutangkis Indonesia Siap Jalani Laga Perdana Kejuaraan Asia Beregu 2026

Gagasan tersebut kembali ditegaskan Menpora dalam Indonesia Sport Summit, bahwa kekuatan olahraga modern tak bisa dilepaskan dari industrinya.

Menurut Rabin, Deputi Industri Olahraga ideal harus memiliki pemahaman komprehensif, tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai perumus kebijakan yang mampu menjembatani pemerintah, dunia usaha, dan pelaku olahraga.

"Pak Menteri ingin sosok yang mampu membangun industri olahraga dari sisi kebijakan dan eksekusinya. Bukan sekadar mengatur, tapi mendorong lahirnya ekosistem bisnis olahraga yang sehat," jelasnya.

Baca Juga: Pemain Muda Bersinar di Thailand Masters, Indonesia Optimistis Sambut BATC 2026

Untuk memastikan kualitas kandidat, pansel dibentuk dari latar belakang lintas sektor. Tim ini terdiri dari unsur akademisi, profesional, kementerian/lembaga, hingga internal Kemenpora.

Nama-nama seperti Chandra Hamzah, Susyanto, Amperawan, Rabin Indrajad Hattari, serta Gunawan Suswantoro dipercaya menjalankan proses seleksi.

Susyanto menambahkan, keterbukaan seleksi ini menjadi terobosan penting di Kemenpora. Untuk pertama kalinya, jabatan eselon I dibuka bagi kalangan profesional non-ASN, dengan persetujuan Presiden.

Baca Juga: Bidik Sejarah Baru, Timnas Futsal Indonesia Siap Tantang Vietnam di Perempat Final Piala Asia 2026

"Ini membuka ruang pencarian yang lebih luas. Yang terpenting bukan latar belakang ASN atau non-ASN, tapi siapa yang paling memenuhi kriteria dan mampu menjawab tantangan industri olahraga ke depan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pansel Gunawan Suswantoro menegaskan komitmen seluruh anggota pansel untuk menjalankan proses seleksi secara objektif, transparan, dan akuntabel, tanpa intervensi dari pihak manapun.

"Kami sepakat memilih calon terbaik berdasarkan sistem dan kebutuhan organisasi. Sosok yang terpilih harus mampu memajukan olahraga sekaligus industrinya," tegas Gunawan.

Baca Juga: Bidik Sejarah Baru, Timnas Futsal Indonesia Siap Tantang Vietnam di Perempat Final Piala Asia 2026

Melalui seleksi terbuka ini, Kemenpora berharap dapat menemukan figur kunci yang mampu menjadikan industri olahraga Indonesia lebih modern, profesional, dan sejajar dengan negara-negara maju.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X