Atlet Kickboxing Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual oleh Pelatih, Menpora Bereaksi Keras

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 12 Maret 2026 | 00:19 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir.  (Kemenpora)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir. (Kemenpora)

SportlinkNews – Kasus dugaan pelecehan seksual di dunia olahraga Indonesia kembali mencuat. Setelah sebelumnya terjadi pada cabang olahraga panjat tebing, dugaan kasus serupa kini juga terungkap di cabang kickboxing.

Seorang atlet putri Jawa Timur berinisial VAP (24) mengungkapkan pengalaman pahit yang diduga dialaminya dari seorang pelatih melalui unggahan di media sosial.

Dalam pengakuannya, ia menyebut telah lama memendam kejadian tersebut karena takut bersuara.

Baca Juga: Kasus Doping PON 2024: 9 Atlet Dijatuhi Sanksi, Berpotensi Bertambah

"Aku memendam kejadian ini sejak lama. Aku takut bersuara karena dia adalah Ketua, dan aku hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus untuk juara. Tapi diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat," tulis VAP dalam akun Instagram miliknya.

Kasus tersebut kini telah ditangani Polda Jawa Timur. Aparat kepolisian juga telah menetapkan terduga pelaku berinisial WPC sebagai tersangka.

Terungkapnya kasus ini mendapat perhatian dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Ia mengecam keras dugaan tindakan pelatih yang dinilai menyalahgunakan kewenangan terhadap atlet.

Baca Juga: Menangi Perang Saudara, Adnan/Indah Melaju di Swiss Open 2026

"Cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual yang dialaminya sungguh membuat kita semua terluka," ungkap Erick

"Saya merasakan kepedihan ketika membaca proses dan perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan dengan melaporkan tindakan pelecehan kepada berbagai pihak."

Menurutnya, kasus tersebut sangat ironis karena terduga pelaku merupakan pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi kickboxing di Jawa Timur yang seharusnya bertanggung jawab melindungi dan membina atlet.

Baca Juga: PSSI Tingkatkan Kualitas Wasit Nasional Lewat Evaluasi dan Platform Digital

"Saya hargai keberanian korban untuk bercerita. Tentu bukan hal mudah mengatasi trauma pahit itu, tetapi korban berani bersuara agar tindakan serupa tidak terulang," ujarnya.

Erick juga menyoroti bahwa dua kasus kekerasan seksual terhadap atlet yang belakangan muncul ke publik sama-sama melibatkan pelatih yang diduga menyalahgunakan relasi kuasa terhadap atlet binaannya.

"Kami mengecam keras penyalahgunaan kekuasaan ini. Dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya.

Baca Juga: Hasil Berbeda Tunggal Putra Indonesia: Ginting Lolos, Zaki Kandas di Babak Pertama

Ia berharap penetapan tersangka dalam kasus tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menegakkan keadilan bagi korban.

Lebih lanjut, Erick menegaskan tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan jabatan atau posisi dalam dunia olahraga untuk melakukan tindakan yang merugikan atlet.

"Kami ingin memastikan dunia olahraga Indonesia bersih dari kekerasan. Pelaku yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan, termasuk melakukan kekerasan seksual, tidak boleh lagi terlibat dalam dunia olahraga seumur hidup," katanya.

Baca Juga: Ganda Putra Indonesia Masih Inkonsisten, Dua Wakil Tersingkir di Swiss Open 2026

Kemenpora juga mendorong seluruh organisasi olahraga dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat sistem perlindungan bagi atlet.

"Kita harus bersama-sama membangun lingkungan olahraga yang sehat, aman, dan berintegritas. Atlet harus dilindungi agar dapat berprestasi tanpa rasa takut," pungkas Erick.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: kemenpora

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB

Penampakan Pembawa Keberuntungan Timnas Inggris

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:17 WIB

Prancis yang Menang, London Bergejolak

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:19 WIB
X