NOC Indonesia Tekankan Sistem Monitoring dan Safeguarding untuk Cegah Kekerasan di Pembinaan Atlet.

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 03:24 WIB
Buka Puasa Bersama Ketum RSO dengan NOC Indonesia dan Media di Rumah Pejaten, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. (Naif Muhammad Al as/NOC Indonesia)
Buka Puasa Bersama Ketum RSO dengan NOC Indonesia dan Media di Rumah Pejaten, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. (Naif Muhammad Al as/NOC Indonesia)

Karena itu, setiap federasi diharapkan mampu menyusun protokol yang jelas mengenai batasan perilaku yang wajar dan tidak wajar dalam proses pembinaan atlet.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power yang dapat merugikan para atlet, terutama mereka yang sedang berada dalam proses menuju level elite.

Baca Juga: Mercedes Beli Saham Tim Alpine F1, Audi Menanggapinya Santai

Di sisi lain, Komite Olimpiade Indonesia menegaskan bahwa fokus pembinaan prestasi harus tetap berjalan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia olahraga saat ini.

Indonesia sendiri tengah mempersiapkan diri menghadapi sejumlah ajang internasional, seperti Asian Games 2026 di Nagoya, Youth Olympic Games Dakar 2026, serta Asian Youth Games 2025.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ternyata Aktris Ini Rahasia Mbappe Moncer

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:56 WIB

Model Ini Kesal Suaminya Ditampar Jude Bellingham

Minggu, 19 Juli 2026 | 08:45 WIB

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB

Penampakan Pembawa Keberuntungan Timnas Inggris

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:17 WIB
X