SportlinkNews - Sejak awal Liga Bola Voli Korea musim 2023-24, Megawati Hangestri Pertiwi telah menjadi berita utama di Negeri Ginseng. Megatron membuat V-League Korea benar-benar berbeda.
Megawati awalnya menyedot perhatian publik karena menjadi pemain voli Indonesia pertama di Korea dan pemain pertama yang berhijab di V-League Korea.
Enam bulan setelah debutnya dengan Jungkwanjang Red Sparks di Daejeon, dia masih menyita perhatian di media sosial. Bahkan penggemarnya makin meningkat.
Baca Juga: Red Sparks vs IBK Altos: Penampilan Terakhir Megawati Hangestri
Laga demi laga, Megawati membuktikan diri dengan memberikan kontribusi signifikan bagi masuknya Red Sparks ke babak playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.
Prestasinya yang luar biasa membuatnya mendapat julukan Megatron dari basis penggemarnya, mengakui dia sebagai kekuatan yang mantap dan tangguh di lapangan.
Datang ke Korea
Megawati direkrut oleh Red Sparks musim panas lalu melalui draft Kuota Asia – sebuah sistem yang diadopsi untuk memungkinkan tim lokal menambah pemain asing kedua dari 10 negara Asia terpilih.
Meski pemain asing bukanlah hal baru di V-League Korea, para penggemar dalam negeri menyuarakan keprihatinan saat melihat Megawati mengenakan hijab. Mereka khawatir pakaian tersebut akan mengganggu jalannya olahraga.
“Saat pertama kali datang, saya belum merasakan kepastian kesuksesan saya,” kata Megawati.
“Di Indonesia sudah banyak yang berhijab saat bermain. Ini merupakan hal yang sangat baru bagi saya, menjadi pemain pertama yang berhijab di Korea. Awalnya ada keraguan seperti, ‘Bolehkah dia bermain dengan hijab? Bisakah dia bermain seperti yang lain?’”
Sebelum berkompetisi, Megawati menyebutkan perlunya menjawab pertanyaan mengenai hijabnya, namun ia mengaku selalu tahu apa yang harus dikatakan.
“Saya selalu berkata, 'Ya, saya bisa melakukannya. Saya bisa bermain bola voli… dan dengan berkah Tuhan, saya akan bisa menunjukkan yang terbaik selama musim ini,'” katanya dalam wawancara “Life In Korea” dengan The Korea Herald.
Baca Juga: Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Atlet
Megawati dengan cepat membungkam orang-orang yang ragu melalui permainannya yang solid dan pandangan positif yang bersemangat.
Artikel Terkait
Perjalanan Anthony Ginting ke Final All England 2024, Pecah Telur Setelah 22 Tahun dan Tunggu Jonatan Christie
Hasil All England 2024: All Indonesian Final Terwujud, Anthony Ginting dan Jonatan Christie Ulang Rekor 30 Tahun Lalu
Azlan Shah Tampil Memikat di Race 1 Asia Superbike 1000 ARRC 2024
Ganda Putra Fajar Alfian/Rian Dua Kali Juara All England Jika Sikat Malaysia di Final
Siapa Lebih Hebat: Tim atau Kostya Tszyu?