ragam

Rahasia Awet Muda: Kombinasi Olahraga Terbaik untuk Cegah Penuaan Dini

Kamis, 27 Maret 2025 | 05:30 WIB
Salah satu punggawa Timnas Muda tengah melakukan gerakan yoga sebagai perenggangan sebelum mulai bermain bola.

SportlinkNews - Seiring bertambahnya usia, seseorang pasti mengalami penurunan massa otot, berkurangnya kepadatan tulang, hingga masalah pada sistem kardiovaskular. 

Peningkatan kadar gula darah, kolestrol, hipertensi, dan gangguan sistem saraf pun juga sering terjadi.

Karena itu kita membutuhkan olahraga untuk memperlambat datangnya tanda-tanda penuaan tersebut. 

Olahraga apa saja baik, tapi lebih baik lagi jika dilakukan secara kombinasi guna mengoptimalkan manfaatnya untuk tubuh.

Baca Juga: Nilai Pasar Naik Drastis, Jay Idzes Jadi Target Panas di Bursa Transfer Serie A

Adapun jenis olahraga dan manfaatnya bagi tubuh antara lain:

1. Olahraga Kardiovaskular

Contohnya, berlari, bersepeda, berenang, dan berjalan cepat. Semuanya menjadi pilihan yang baik karena dapat meningkatkan sirkulasi darah, stamina, serta kesehatan jantung.

Jenis olahraga ini juga mampu menjaga tekanan darah, kadar gula, kadar kolesterol, serta mengoptimalkan proses pembakaran kalori dan metabolisme tubuh yang akhirnya memperlambat efek penuaan. 

Olahraga kardiovaskular dipercaya dapat meningkatkan mood dan membuat kualitas tidur menjadi lebih baik.

Baca Juga: Pedro Acosta Dibidik VR46, Valentino Rossi Siapkan Strategi Jegal Marquez

Latihan kardiovaskular atau aerobik sebaiknya dilakukan sebanyak 150 menit per minggu, yakni 30 menit per hari dengan intensitas latihan aerobik sedang (target denyut nadi 65-75% denyut nadi maksima/DNM) atau 75 menit per minggu latihan aerobik intensitas tinggi (target 76-85% DNM).

2. Olahraga Kekuatan

Contoh, angkat besi atau latihan kekuatan menggunakan berat badan sendiri. Jenis olahraga ini membantu membangun massa otot, meningkatkan kepadatan tulang, dan memperbaiki postur tubuh.

Baca Juga: Timnas Bahrain Pulang Diam-Diam dari Indonesia, Diduga Hindari Sorotan Usai Laga Panas di SUGBK

Latihan kekuatan juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga berat badan terjaga dan kadar gula darah terkelola dengan baik.

Latihan kekuatan atau resistensi sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali per minggu yang melibatkan berbagai kelompok otot dan dilakukan dengan beban yang cukup untuk membuat kelelahan setelah 8-12 repetisi, sebanyak 2-3 set
 
3. Olahraga Fleksibilitas dan Keseimbangan

Contoh: Yoga, pilates, tai-chi, dan latihan peregangan (stretching). Olahraga ini membantu menjaga fleksibilitas tubuh, memperbaiki postur, serta mengurangi risiko cedera.

Baca Juga: Marteen Paes dan Marselino Ferdinan Dicekal Tak Bisa Tampil Melawan China

Olahraga ini juga membantu meningkatan zat endorfin dalam tubuh guna melepaskan ketegangan dan stres sehingga berdampak positif terhadap kesehatan mental dan emosional. 

Jenis olahraga ini mampu membuat pegiatnya awet muda dan menurunkan risiko stroke jika dilakukan secara rutin.

Tags

Terkini

Model Terpanas Ivana Knoll Jebol gawang Inggris

Kamis, 4 Juni 2026 | 08:02 WIB